Pernyataan Pers

Dialog Eksekutif - Diskusi di Atas Kereta Api
Dialog Eksekutif - Diskusi di Atas Kereta Api

Jakarta, 29 Agustus 2014— Dialog di atas kereta api yang mempertemukan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dan enam bupati dan wali kota di daerah yang dilalui jalur rel ganda Jakarta-Surabaya, Rabu (27/8), menghadirkan semanga

Direktur Eksekutif Pusat Transformasi Kebijakan Publik, Nugroho Wienarto, Jumat (29/8), mengatakan, kesuksesan acara diskusi tersebut semoga menjadi awal bagi langkah-langkah selanjutnya dalam menemukan cara terbaik memanfaatkan jalur rel ganda dan implementasinya. Dari diskusi, Rabu lalu, lanjut dia, begitu banyak ide, gagasan, dan pandangan, yang muncul dari para pemangku kebijakan yang terkait, khususnya para kepala daerah yang hadir. Ide dan gagasan tersebut nantinya dapat menjadi bahan pengambilan kebijakan publik yang tepat guna dan tepat sasaran bagi upaya pemanfaatan rel ganda secara optimal.t baru bagi upaya pemanfaatan jalur ganda tersebut bagi kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut dinilai sebagai salah satu bentuk kesuksesan pelaksanaan kegiatan diskusi, yang digelar oleh Pusat Transformasi Kebijakan Publik, bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan dan Rajawali Foundation itu.

“Secara umum, jalur rel ganda telah membangun optimisme di benak para kepala daerah tersebut untuk mendorong potensi ekonomi unggulannya. Hal ini tercermin dari semangat, keaktifan, dan substansi yang disampaikan para kepala daerah sepanjang diskusi berjalan,” kata Nugroho.

Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno, misalnya, kehadiran rel ganda kereta api Jakarta-Surabaya, membangun energi baru bagi sektor pariwisata di daerahnya. Terbukti, saat ini ada 15 izin baru pembangunan hotel di Kota Cirebon. Pengembangan hotel-hotel tersebut akan melengkapi 30 hotel kelas berbintang dan budget lainnya di Kota Cirebon yang saat ini sudah ada. Keberadaan jalur ganda juga diharapkan dapat mengurangi mimpi buruk warga Cirebon yang kerap mendapati jalan rayanya rusak berat akibat digerus lalu lintas truk-truk besar memuat batubara.

Bupati Tegal Enthus Susmono, menyatakan kegembiraannya menjadi wilayah yang dilewati jalur rel ganda kereta api. Jalur tersebut diharapkan akan mendorong kemajuan usaha kecil dan menengah  (UKM) Tegal yang banyak tersebar di wilayah pantai utara. Selain itu, dia juga sangat berharap infrastruktur tersebut akan membantu mobilitas yang semakin baik bagi warga Tegal yang selama ini dikenal dengan pengembangan usaha warung tegalnya atau warteg di berbagai kota besar di Indonesia, khususnya di Jakarta.

Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengatakan,  Bojonegoro sebagai daerah utama penghasil minyak dan gas bumi di Jawa Timur, akan sangat terbantu dengan kehadiran jalur rel ganda, khususnya untuk pengangkutan migas tersebut. Selain itu, saat ini pihaknya juga terus mencari peluang-peluang lain di kota-kota besar, yang juga dilalui jalur rel ganda, tentang produk yang bisa disuplai ataupun diproduksi dari Bojonegoro. “Kami siap menjemput peluang, guna membangun daerah kami. Dengan adanya rel ganda, peluang kami lebih besar,” kata dia.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, menyatakan, Gresik saat ini merupakan salah satu daerah industri utama di Jatim, sejumlah industri berskala besar ada di kabupaten ini. Beberapa di antaranya berlokasi di tak jauh dari jalur ganda kereta api. “Semen Gresik, Smelter,  Petrokimia, Wilmar, Maspion, dan lain-lain ada di Gresik dan dekat dengan jalur ganda. Ini tentu sangat menguntungkan,” ujar dia.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, meskipun daerahnya tak dilalui jalur rel ganda kereta api, namun itu tak mengurangi optmismenya membangun wilayahya dengan mengoptimalkan jalur kereta api. Industri wisata adalah komoditas andalan kabupaten ini, karena letaknya yang  berada di jalur utama masuk ke Pulau Bali, sebagai tempat kunjungan wisata utama nasional.

“Oleh karena itu, kalau jalur ganda ini juga bisa dibangun sampai di Banyuwangi, kami tentu akan sengat bahagia. Kami berharap kedepan pembangunan rel ganda ini bisa dilanjut sampai ujung timur Pulau Jawa. Karena banyak potensi yang bisa dikembangkan, terutama pariwisata,” tandas dia.

Pada umumnya, para kepala daerah tersebut mengaku siap dan antusias mengembangkan sektor unggulannya dengan memanfaatkan jalur rela ganda. Akan tetapi, hal itu akan percuma jika pemerintah pusat tak turut menindaklanjuti hasil-hasil diskusi ini, misalnya dengan melembagakannya dalam bentuk Keputusan Menteri Perhubungan. Hal-hal yang perlu diatur di antaranya persoalan tarif pengangkutan barang via kereta api yang selama ini dinilai masih relatif tinggi dibanding truk. Pembangunan stasiun-stasiun baru yang lebih dekat ke zona industri juga sangat diharapkan oleh pemda. Di samping itu, pemerintah pusat diharapkan juga membantu upaya pengembangan jalur feeder untuk menghubungkan ke moda transportasi jalan raya atau pelabuhan. 

“Tanpa sinergi, keputusan resmi, dan bantuan pemerintah pusat, pemanfaatan jalur ganda ini saya kira hanya akan jadi omong kosong. Yang pasti, kami di daerah sangat siap dan antusias,” kata Enthus.

Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, berharap pada akhir September 2014 mendatang ada diskusi lanjutan untuk menindaklanjuti hasil-hasil diskusi Rabu lalu. Diskusi pada hari ini (Rabu, 27/8), lebih sebagai penyampaian ide dan gagasan.

“Diskusi selanjutnya kami berharap akan merujuk kepada hal yang lebih implementatif. Misalnya, kalau memang harus bermuara pada keluarnya Kepmenhub mengenai hal ini, ya akan dibicarakan bersama. Pihak operator kereta api dan pelaku usaha, seperti Kadin atau Apindo tentu akan kita libatkan,” ujar dia.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan Bambang terkait pemanfaatan jalur ganda rel kereta api, yang harus  mendapat perhatian, yakni penerapan konsep multimoda transportasi, pengurangan simpang sebidang, pengembangan akses ke pelabuhan, dan pengembangan akses ke kawasan berikat. Namun, dia juga menegaskan, pemda pun harus aktif dengan menjemput peluang, bukan sekadar menunggu langkah pemerintah pusat.