Pernyataan Pers

Dua Kunci Pemulihan Ekonomi
Dua Kunci Pemulihan Ekonomi

Strategi ekonomi Pemerintah Indonesia, yang berkuasa sejak Oktober 2014 lalu adalah mengalihkan pemborosan belanja subsidi ke investasi di bidang infrastruktur. Pada tahap awal, strategi ini diimplementasikan dengan cepat saat Presiden Joko Widodo mencabut sekitar Rp 234 triliun subsidi bahan bakar minyak pada bulan Desember 2014. Dari jumlah itu, sekitar Rp 195 triliun dialokasikan untuk investasi publik setelah dikurangi kerugian pendapatan pajak dari harga yang lebih rendah untuk ekspor minyak dan gas negara.

Namun, strategi tersebut tak serta merta menghasilkan imbas positif bagi perekonomian Indonesia. Ada tiga masalah utama yang menyertainya. Apa saja masalah-masalah tersebut? Dan apa langkah yang dapat menjadi kunci bagi Pemerintah Indonesia agar pemulihan ekonomi dapat tersemai?
Progresif edisi III bulan Agustus 2014 membedah hal-hal tersebut sebagai tema utama.

Artikel-artikel dalam edisi ini merupakan hasil kajian Pusat Transformasi Kebijakan Publik atau Transformasi yang dituangkan dalam bentuk artikel analisis yang padat dan singkat. Selain tema ekonomi makro, seperti edisi-edisi sebelumnya, kami juga menampilkan analisis kebijakan di sektor yang menjadi prioritas kami, yaitu pengelolaan perkotaan, kelautan dan perikanan, edukasi, dan umum, yang masih berkaitan dengan upaya mendorong pembangunan ekonomi nasional.

Sebagai lembaga jaringan pemikir, melalui e-newsletter ini, Transformasi berharap dapat turut mendorong perbincangan di antara peneliti, pengambil kebijakan di daerah dan pusat, lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, dan masyarakat, dalam mengembangkan kebijakan publik yang transformatif di Indonesia. Selamat membaca, semoga bermanfaat.


Salam Redaksi