Lapangan Pekerjaan

Screen Shot 2018-12-26 at 11.12.16 AM
Screen Shot 2018-12-26 at 11.12.16 AM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di banyak daerah di Indonesia, penyediaan akses ke informasi kerja sering dipandang sebagai jalan satu arah, dari perusahaan membuka lowongan kepada pencari kerja yang ingin bekerja. Pemerintah daerah memang berperan memfasilitasi prosesnya, seperti menyelenggarakan berbagai job fair untuk menghubungkan kedua pihak tersebut. Namun, banyak job fair tidak mengena sasaran dan bersifat pasif, artinya pencari kerja hanya menyerahkan aplikasi, lalu menunggu hasilnya.

SINERGI (Strengthening Coordination for Inclusive Workforce Development), program yang didanai USAID untuk mengarusutamakan kaum muda kurang mampu dan rentan antara usia 18-34 tahun, termasuk penyandang disabilitas, ke dalam pasar tenaga kerja, ingin mengubah hal tersebut. Sesuai namanya, SINERGI berupaya mencapai sasarannya dengan memperkuat koordinasi antar berbagai pemangku kepentingan yang terkait.

Selama 15 bulan terakhir, SINERGI telah menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah pusat, melalui Kementerian Ketenagakerjaan, maupun pemerintah daerah di Kabupaten Semarang, Boyolali, Demak, dan Kota Semarang. SINERGI bekerja sama terutama dengan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang), Dinas Ketenagakerjaan (Dinker), Dinas Sosial (Dinsos), dan lembaga terkait lainnya, untuk memberikan akses lebih baik ke informasi lapangan kerja, agar pada akhirnya dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah.

Sebagaimana diakui oleh Tegoeh Hadi Noegroho, pejabat Dinas Sosial di Kota Semarang, “Kami harap pola kerja sama antara SINERGI dan Pemda ini berlanjut. Kami senang bisa terlibat dalam program bertujuan baik seperti SINERGI. Dengan bekerja sama dengan pemerintah, kami jadi dapat berperan positif dalam memberikan akses ke lapangan kerja bagi kaum muda kurang mampu”.

SINERGI telah memperkaya program pendidikan dan pelatihan pemerintah yang ada dengan memberikan pelatihan soft skill, hard skill, managerial skill, dan pemagangan bagi 445 Kaum Muda Kurang Mampu & Rentan yang tersebar di 16 mitra konsoria, termasuk penyandang disabilitas, melalui Dana SINERGI. Pelatihan ini didukung, dan sebagian diadakan di fasilitas pemerintah daerah, seperti di BBPLK Semarang atau BBPLK Surakarta. Di akhir pelatihan, peserta akan menerima sertifikat dari pemerintah daerah dan menjadi selangkah lebih dekat ke pekerjaan idaman mereka.

Bukan hanya itu, SINERGI juga berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan lokal dan nasional, seperti Nuansa Porcelain, PT. PAN Brothers, dan PT. AOI Apparel, sebagai tempat pelatihan dan pemagangan. Bagi perusahaan, pelatihan ini berguna agar mereka dapat mengenali karyawan berbakat sejak dini, dan memberikan mereka jalur cepat untuk bekerja tanpa harus melalui pelatihan dan rekrutmen mereka sendiri. Selain itu, ini membuka pintu bagi perusahaan untuk bekerja sama dan berkoordinasi lebih jauh dengan Balai Latihan Kerja (BLK).

“SINERGI telah membuka penghalang antara kami dengan BLK, sehingga mempermudah berkolaborasi dengan mereka dan membuat program bersama”, terang Roy Wibisono, Direktur Nuansa Porcelain.

Buah dari Sinergitas

Kembali ke mencari cara lebih mudah untuk memberikan akses ke informasi kerja, sinergi yang sudah dibahas di atas berujung pada penyelenggaraan acara berskala besar, yang diadakan bersama oleh SINERGI dan BBPLK Semarang. Kegiatan ini bertajuk SINERGI Youth Career Festival 2018, dan diadakan pada 13-14 November. Karena berlandaskan pada sinergitas yang kuat, dan diadakan secara bersamaan dengan acara penyerahan sertifikat kompetensi pelatihan BBPLK, kegiatan ini menarik perhatian dan dihadiri banyak pejabat tinggi, termasuk Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, M. Hanif Dhakiri, dan Director Education Office of USAID, Thomas Crehan.

 

Director Education Office USAID Thomas Crehan bersama kaum muda yang telah lulus pelatihan. (Foto: SINERGI)
Director Education Office USAID Thomas Crehan bersama kaum muda yang telah lulus pelatihan. (Foto: SINERGI)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam sambutannya, Thomas mengakui kolaborasi yang kuat berkontribusi terhadap keberhasilan kegiatan ini. “Acara ini tidak mungkin terlaksana tanpa adanya kolaborasi kuat dari mitra-mitra penting seperti Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, Direktorat Jenderal Pembinaan, Pelatihan & Produktivitas (Ditjen Binalattas), BBPLK Semarang dan Surakarta, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, beserta stafnya, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Pemerintah Kabupaten Semarang, Demak, dan Boyolali, dan Pemerintah Kota Semarang, serta asosiasi bisnis, lembaga pelatihan, lembaga pendidikan tinggi, dan organisasi kemasyarakatan,” jelasnya panjang lebar.

Sementara itu, Hanif menyebutkan pentingnya koordinasi banyak pemangku kepentingan untuk menangani isu ketenagakerjaan inklusif. “Pelatihan soft skill seperti yang dilakukan USAID itu sangat penting...karena investasi SDM perlu kerja sama dari dunia usaha dan internasional, pemerintah tidak bisa sendiri,” ia berkata.

Bukan Job Fair Biasa

Lebih dari 75 perusahaan dan 6.000 pencari kerja, 95 diantaranya penyandang disabilitas, ikut serta dalam Youth Festival ini, sehingga menjadikannya job fair terbesar dan paling inklusif di Semarang. Mengusung kemeriahan seperti festival, job fair ini bertujuan untuk meningkatkan kemudahan dan keberagaman akses informasi kerja bagi pemuda, dan oleh karenanya memang mengedepankan inklusivitas, dimana banyak kaum muda difabel terlibat dalam acara ini, baik sebagai panitia, penyusun konsep, relawan, dan lainnya. Selain itu, lebih dari enam perusahaan membuka peluang bekerja khusus bagi para difabel. Kredibilitas festival ini pun terangkat, karena SINERGI menggelar acara di gedung pemerintah, yakni BBPLK Semarang, dan dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan.

Ada banyak kegiatan yang menjadikan rangkaian festival ini lebih dari sekedar job fair biasa. Misalnya, adanya pagelaran musik, dimana beberapa difabel juga tampil. Kemudian ada juga kelas-kelas kecil yang memberikan tips dan trik kepada para pencari kerja, misalnya cara membuat CV yang baik, atau teknik menghadapi wawancara. Keenam belas mitra konsorsia SINERGI juga diberikan kesempatan untuk menunjukkan karya hasil pelatihan Dana SINERGI.

Bukan hanya itu, selama acara berlangsung, ada dialog interaktif yang menghadirkan panel yang beranggotakan Kepala BBPLK Semarang dan perwakilan dari SINERGI, PAN Brothers, Alfamart, dan Paguyuban HR Jawa Tengah. Mereka mendiskusikan berbagai solusi untuk mengejar pekerjaan idaman. Mereka juga berinteraksi langsung dengan masyarakat yang hadir.

Jadi, selain bertujuan untuk meningkatkan kemudahan dan keberagaman akses informasi kerja bagi pemuda, SINERGI Youth Career Festival 2018, yang merupakan hasil manis koordinasi yang mesra antara para pihak terkait, juga memberikan berbagai pengetahuan kepada pencari kerja, sehingga menimbulkan kesan mendalam dan membuat mereka lebih bersemangat dalam mengejar cita-cita di masa mendatang.

Wicaksono Prayogie (Knowledge Management Specialist – SINERGI)

17 Desember, 2018