Berita Perikanan

okezone.com
okezone.com
Para nelayan mendapat bantuan beras selama mereka tidak melaut akibat cuaca buruk. "Pendapatan menurun karena tangkapan menurun dari 10 hingga 15 ton per hari, kini hanya 100 kg."

Budianto Ketua TPI Ciparage

SEBANYAK 2300 nelayan di tempat pelelangan ikan (TPI) Ciparage, Kecamatan Tempuran, Karawang, Jawa Barat, sudah dua bulan ini menghadapi musim paceklik.
Hasil tangkapan menurun karena cuaca di perairan cukup ekstrem. Gelombang laut setinggi 3 meter dan angin bertiup kencang di sepanjang laut pantai utara.

Ketua TPI Ciparage, Budianto mengakui hasil tangkapan cukup drastis. “Pendapatan menurun karena tangkapan menurun dari 10 hingga 15 ton per hari, kini hanya 100 kg. Hasil pendapatan TPI pada cuaca normal berkisar Rp250 juta, tapi kini turun menjadi Rp20 juta,” kata Ketua TPI Budianto, kemarin.

Sejumlah nelayan pun menga ku dalam sekali melaut dapat menghasilkan berkuintal ikan tangkapan. Gelombang tinggi dan cuaca buruk menyebabkan nelayan hanya membawa ikan sebanyak 5 kg. “Kami tidak punya uang lagi untuk membeli beras.

Hasil tangkapan nihil,” ujar nelayan.

Dari pengakuan Kepala Desa Ciparage, Kabun, dari 2300 nelayan yang terdaftar hanya 230 nelayan yang memiliki kapal.

K a b u n m e n a m b a h k a n pihaknya sudah memberikan bantuan beras untuk meng atasi paceklik yang melanda para nelayan. Bantuan beras dibagi menjadi tiga kelompok. Untuk bantuan beras 70 kg untuk perahu besar, 50 kg untuk perahu sedang, dan 20 kg untuk perahu kecil.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Karawang, Hendro Subroto telah meminta setiap TPI untuk segera menyalurkan uang dana paceklik kepada para nelayan sebab saat ini ribuan nelayan tidak melaut karena cuaca buruk. “Uangnya ada di TPI sesuai dengan komitmen iuran para nelayan. Imbauan ini pun telah kita berikan kepada para TPI setempat,“ tegasnya.

Namun, sejauh ini dari sembilanTPI yang ada, DKP Karawang baru menerima laporan dari TPI Ciparage yang mengalami paceklik. “Bahkan mereka (TPI Ci parage) melaporkan telah menggelontorkan 11 ton beras sebagai dana paceklik untuk dibagikan kepada para nelayan,“ pungkasnya. Puncak musim hujan Gelombang laut tinggi juga melanda perairan Cirebon.Saat ini gelombang laut mencapai 3 meter. Nelayan di Indramayu dan Cirebon diimbau untuk selalu waspada saat melaut.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Iziyn menjelaskan kecepatan angin mencapai 5 hingga 35 km per jam. Padahal, normalnya kecepatan angin hanya 5 hingga 20 km per jam.

Khususnya utara Cirebon dan Indramayu, angin akan lebih kencang. Angin kencang menyebabkan gelombang laut tinggi.

“Ketinggian gelombang laut di perairan Cirebon hanya 1 meter. Tapi saat ini mencapai 3 meter,“ kata Faiz.

Dari hasil pantauan cuaca, saat ini tengah memasuki puncak musim hujan. Intensitas hujan maupun tiupan angin di Cirebon meningkat.

Tingginya curah hujan salah satunya ditandai dengan terjadinya hujan lebah dalam durasi singkat dan disertai angin kencang di semua wilayah Pulau Jawa, khususnya Cirebon.

Adapun puncak musim hujan diprakirakan berlangsung sampai akhir Februari, sedangkan pada Maret, menurut Faiz, masih ada hujan tapi intensitasnya mulai berkurang. (UL/N-4) cikwan @mediaindonesia.com

sumber: Media Indonesia