Berita Perikanan

pixoto
pixoto
Pemerintah menyiapkan pelatihan bagi nelayan untuk peralihan alat tangkap yang ramah lingkungan. Meski demikian, distribusi bantuan alat tangkap masih menuai persoalan di sejumlah wilayah.

Pelatihan diberikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) setelah larangan penggunaan alat tangkap pukat hela dan pukat tarik diberlakukan karena dinilai merusak ekosistem dan sumber daya ikan. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan Rifky Effendi Hardijanto, di Jakarta, akhir pekan lalu, mengatakan, pelatihan ditujukan kepada 390 nelayan di 12 kabupaten/kota pada sembilan provinsi.

"Alat tangkap yang dilarang diganti dengan alat yang ramah lingkungan. Setelah itu, baru kemudian diselenggarakan pelatihannya," kata Rifky.

Pelatihan nelayan akan dilaksanakan melalui kerja sama antara KKP dan Masyarakat Perikanan Nusantara. Sifat pelatihannya bergulir sehingga peserta dapat menyebarkan ilmunya kepada nelayan lain. Ketua Masyarakat Perikanan Nusantara Ono Soerono, di Jakarta, Minggu (12/2), mengatakan, pihaknya masih menunggu pembahasan detail rencana pelatihan itu.

Terkait transisi alat tangkap dan penyaluran bantuannya, Ono menilai belum merata dan belum sesuai dengan kebutuhan nelayan. "Transisi masih terhambat. Di beberapa tempat, muncul kendala masalah jumlah bantuan alat tangkap yang belum merata. Spesifikasi alat tangkap juga terindikasi tidak sesuai yang diminta nelayan," kata Ono.

Sebagai contoh, bantuan alat penangkapan ikan tahun 2016 berupa jaring insang diberikan untuk ukuran 4-4,5 inci. Sementara nelayan dengan kapal 2-3 gros ton tidak mampu mengoperasikan jaring tersebut.

Data KKP menunjukkan, bantuan alat tangkap pengganti cantrang belum memadai. Pada 2016, dari target bantuan alat tangkap sebanyak 8.000 unit, hanya terealisasi 7.012 unit. Dari jumlah itu, 5.017 unit sudah terdistribusi. Pada 2017, pemerintah berencana memberikan bantuan 4.000 unit alat tangkap. Sebanyak 1.500 unit di antaranya untuk mengganti alat tangkap kapal eks cantrang berukuran di bawah 10 gros ton. (LKT)

Kompas