Berita Penciptaan Lapangan Kerja

KSD, satu dari 16 Konsorsia SINERGI, meraih penghargaan Gerbang Hebat dari Pemkot Semarang.  (Foto: SINERGI)
KSD, satu dari 16 Konsorsia SINERGI, meraih penghargaan Gerbang Hebat dari Pemkot Semarang. (Foto: SINERGI)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyandang disabilitas, terlebih yang kurang mampu, jarang memperoleh kesempatan untuk diberdayakan, apalagi diterima menjadi bagian dari pasar tenaga kerja. Di Kota Semarang contohnya, pada tahun 2015 ada sekitar 6.658 penyandang disabilitas, 50% lebih tinggi dibandingkan di tahun 2012, yaitu 3.557 orang. Dengan hitungan ini, di tahun 2018 ada sekira 10 ribu difabel yang mencari pekerjaan. Parahnya, hanya 10-20% dari mereka yang diserap perusahaan, sementara 80% sisanya “dikembalikan” ke rumah dengan perasaan sedih dan tak berdaya.

Meskipun sejumlah komunitas bersedia menampung dan memberikan mereka berbagai pelatihan, semuanya masih bersifat sporadis. Komunitas Sahabat Difabel (KSD) misalnya. Organisasi yang berdiri sejak 2015 ini memiliki lebih dari 50 anggota difabel, 60% di antara mereka kaum muda berusia 18-34 tahun. Secara swadaya, KSD telah menyelenggarakan banyak kegiatan untuk memberdayakan dan mengangkat semangat anak-anak asuh mereka. Namun demikian, menurut Noviana Dibyantari, pendiri dan koordinator KSD, mereka masih bisa melakukan lebih.

“Saat terlibat dalam kegiatan, saya merasa mereka tidak terlalu bersemangat. Saya sedih, karena tahu mereka punya banyak potensi terpendam, dan hanya butuh jenis pelatihan atau dorongan yang tepat,” kata Novi.


Dukungan SINERGI untuk Keterampilan Kerja

Untungnya, SINERGI, program yang didanai USAID untuk mengarusutamakan kaum muda kurang mampu dan rentan ke dalam pasar tenaga kerja di Indonesia, hadir dan memilih KSD sebagai satu dari 16 Konsorsia yang menerima Dana SINERGI untuk membekali anggotanya dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki pasar tenaga kerja. Selain itu, karena SINERGI juga bertujuan untuk secara inklusif mengembangkan kapasitas kaum muda berusia 18-34 tahun, sejalan dengan tujuan KSD, timbul secercah harapan bagi anggota KSD.

Tak lama berselang, 30 anggota KSD, 11 diantaranya difabel, ikut serta dalam pelatihan yang didanai oleh Dana SINERGI, dimulai dari pelatihan soft skill yang bekerja sama dengan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang. Selanjutnya adalah pelatihan hard skill menjahit, dimana KSD berkolaborasi dengan Lembaga Pelatihan Keterampilan (LPK) Alwine dan Ida Modiste sebagai mitra perusahaannya. Perlahan tapi pasti, Novi mulai melihat perubahan positif pada diri anak-anak binaannya. Pelatihan soft skill misalnya, telah memberikan semangat dan keberanian pada kaum muda difabel untuk lebih mandiri dalam melakukan hal-hal mendasar yang sebelumnya sulit dilakukan, seperti mengganti baju dan merapikan seprai.

Sesuatu yang menakjubkan terjadi setelah itu. Pada pelatihan hard skill, semangat dan kemauan mereka untuk belajar dan menyerap hal-hal baru sangat tinggi. Ini karena tepatnya pewaktuan SINERGI, dimana pelatihan ini diadakan langsung setelah pelatihan soft skill, yang telah membangkitkan antusiasme mereka. Alasan lain karena melihat prestasi Bu Ida, pemilik Ida Modiste yang juga difabel. Para peserta pelatihan merasa punya panutan dan terberdayakan, selain juga ingin menjadi sukses sepertinya.

“Saat mengikuti pelatihan hard skill, mereka jadi percaya diri dan ada rasa kesetiakawanan, karena tahu Bu Ida, pemilik Ida Modiste, juga difabel. Mereka merasa kalau Bu Ida bisa mengatasi kekurangannya dan menjadi penjahit terkenal yang memiliki perusahaannya sendiri, mereka juga pasti bisa,” ujar Novi.

Penghargaan Gerbang Hebat dari Pemerintah Kota Semarang

Lebih jauh lagi, cerita tentang kegiatan SINERGI yang berdampak positif pada kaum muda ini didengar oleh Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. Pada 22 Oktober 2018, beliau, bersama dengan staf Bappeda Kota Semarang dan pejabat SKPD di tingkat kota dan provinsi, menghadiri pembukaan pelatihan hard skill.

Karena keterlibatan KSD dalam berbagai kegiatan SINERGI, Pemerintah Kota Semarang memberikan penghargaan Gerbang Hebat (Gerakan Bersama Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran melalui Harmonisasi Ekonomi, Edukasi, Ekosistem dan Etos Bersama Masyarakat) kepada KSD. Penghargaan ini diberikan bagi mereka yang terlibat aktif dalam kegiatan pengentasan kemiskinan di Kota Semarang. Secara khusus, salah satu kriteria pemberian penghargaan ini kepada KSD adalah peran aktifnya dalam pelatihan hard skill yang didanai oleh Dana SINERGI.

"Kami terkejut dan bersyukur menerima penghargaan ini. Semua berkat SINERGI yang telah menerima kami dengan tangan terbuka dan memberikan kesempatan bagi kami untuk mengikuti kegiatan mereka yang luar biasa menginspirasi,” tutur Novi.

Ia menambahkan, “KSD akan terus berkontribusi dalam kegiatan SINERGI ke depannya, karena program ini sangat keren, terutama bagi difabel. Terima kasih SINERGI!”

Wicaksono Prayogie (Knowledge Management Specialist – SINERGI)
Yeni Endah (Youth Champion SINERGI dan kaum muda binaan KSD)
23 November 2018