Berita Perkotaan

liputan6.com
liputan6.com
Selama sepekan, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengikuti konferensi perubahan iklim ke-21 Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) atau COP21 yang diselenggarakan di Paris, Prancis. Di sela-sela konferensi tersebut, dilaksanakan juga event-event yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga nonpemerintah pemerhati isu lingkungan hidup. Dalam diskusi Senin (7/12), Bima Arya, menjadi panelis dalam sesi “how to accelerate local climate action”.

Pada sesi panel ini, Bima menyampaikan tantangan yang dihadapi oleh Kota Bogor dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Ia memaparkan, emisi gas rumah kaca Kota
Bogor pada 2014 mencapai 2,6 juta ton karbondioksida, sebagian besar dari sektor transportasi. Pada 2010, baru mencapai 2 juta ton. “Jadi kita harus berbuat sekarang juga dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dengan berbagai tantangan di dalamnya," paparnya, Kamis (10/12). Bima menjelaskan, Bogor telah melakukan berbagai upaya pengurangan emisi gas rumah
kaca di Kota Bogor. Saat ini, upaya-upaya tersebut, kata Bima, beberapa di antaranya adalah hasil kerja sama dan bantuan dari lembaga nonpemerintah internasional, di antaranya l e m b a g a i n d e p e n d e n Prancis AFD yang telah melakukan kajian di Kota Bogor tentang Smart Street Lighting & Climate Change Action Plan serta lembaga riset Jepang NIES yang telah memberikan bantuan alat monitoring penggunaan energi.

Selain itu, Pemerintah Kota Bogor akan terus melanjutkan
program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim ini pada tahun depan, dengan membuat satu arah angkutan umum (rerouting),
pengadaan bus pengumpan antarkota, membuat halte terintegrasi, dan angkutan berbahan ramah lingkungan. "Kami menargetkan
penurunan emisi hingga 29%. Target tersebut sesuai dengan target nasional penurunan emisi gas rumah kaca," terangnya.

Namun demikian, kata Bima tidak mudah mencapai target tersebut bila juga tidak didukung oleh komitmen yang kuat dari pemerintah pusat dan lembaga internasional dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca. "Lembaga internasional dan pemerintah pusat juga harus mendukung upaya ini," ujarnya Panelis lainnya menyinggung soal pentingnya usaha bersama semua pihak dalam mengantisipasi perubahan iklim. Panelis itu di antaranya, Wali Kota Sydney, Australia Clover Moore; Wali Kota Atlanta, Amerika Kasim Reed; Wali Kota Belo Horizonte, Brasil Johanners Merwe; dan Direktur efisiensi ban g u n a n d a r i Wo r l d Resources Institute Jennifer Layke. [VEN/W-11]