Berita Perkotaan

Bupati Malang Rendra Kresna kepada Media Indonesia, kemarin, mengatakan sudah mengeluarkan kebijakan pembinaan kepada petani untuk memberikan nilai tambah pada produk pertanian.

“Nilai tambah itu dilakukan dengan mengolah berbagai bahan baku komoditas pertanian untuk diolah menjadi produk jadi,” tegasnya.

Dengan begitu, produk desa bisa lebih menguntungkan dan dampaknya menyejahterakan mereka. Kebanyakan petani juga sudah memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menangkap peluang pasar seiring dengan berkembangnya pariwisata di Malang Raya, meliputi Kabupaten/Kota Malang dan Kota Batu.

“Di Kabupaten Malang ada sekitar 470 ribu UMKM yang berkembang. Hasilnya memberikan tambahan penghasil­an bagi masyarakat perdesaan,” kata Ketua DPW Partai NasDem Jatim tersebut.

Sementara itu, soal kebijakan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia masyarakat desa, sambung dia, pemkab gencar menggelar pelatihan peningkatan produk, manajemen, dan bantuan pemasaran produk.

Hasil yang sudah bisa dirasakan selama ini ialah lapangan pekerjaan baru di desa. Pemuda desa pun mulai banyak yang enggan mencari pekerjaan ke kota karena memilih mengembangkan usaha tani dan UMKM di desa.

Contoh sukses desa yang mampu membendung warga ke kota untuk mencari pekerjaan ialah Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Desa itu menjadi destinasi pariwisata baru yang unik lantaran pemerintah desa dan warga tergerak membangun kafe di tengah sawah. Mereka memanfaatkan kondisi alam yang dipadukan dengan udara bersih dan menyehatkan.

Sekarang, lanjutnya, usaha kafe berkembang pesat. Jumlah pengunjung mencapai 500 orang hingga pernah mencapai 3.000 orang per hari. Bahkan, pengelola kafe sempat membatasi waktu bagi pengunjung maksimal 2 jam kunjungan. (BN/N-1)

sumber: Media Indonesia