Berita Perkotaan

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, di Semarang, Selasa (13/6), mengatakan, penataan jaringan kabel udara dimulai dari Kota Lama dan kawasan Jalan Pandanaran-Pemuda-Gajah Mada (Segi Tiga Emas). Program diharapkan berlanjut ke semua sudut kota.

Dua kawasan proyek percontohan adalah pusat perekonomian dan pemerintahan serta kawasan bersejarah. Pada tahun ini, pihaknya membuat detail engineering design (DED) serta berkomunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan. ”Pada 2018 pembuatan saluran bawah tanah (ducting) dapat dimulai. Saya optimistis dapat dikerjakan,” kata Hendrar.

Untuk proyek itu, Pemkot Semarang menjajaki kerja sama dengan PT Telkom dan PT PLN (Persero). Telkom telah menyatakan kesiapannya memindahkan kabel, sedangkan kesiapan dari PLN masih ditunggu.

Salah satu bentuk kerja sama adalah adanya penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkot Semarang dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel).

Kabel serat optik adalah salah satu saluran transmisi yang akan ditata. Hendrar mengemukakan, Pemkot bertanggung jawab dalam pembuatan saluran bawah tanah. ”Namun, terkait bagaimana pengisian ke saluran itu, ke depannya akan dirundingkan bersama. Ini termasuk jalur mana saja yang akan dilewati dan besaran biayanya,” katanya.

Semrawut
Ketua Umum APJII Jamalul Izza menuturkan, pihaknya siap mendukung program Pemkot Semarang. Nantinya, saluran itu dapat digunakan para anggota APJII dan para penyedia jaringan yang tergabung dalam Apjatel.

Izza menambahkan, berdasarkan pengamatannya, selama ini, serat optik di atas jalan semrawut sehingga membuat estetika kota terganggu. ”Maintenance (pemeliharaan) juga bermasalah. Kami akan coba atur. Jadi, nantinya, smart city akan terwujud dan estetika kota pun tetap terjaga,” kata Izza.

Kompas