Tim SINERGI melakukan audiensi dengan dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Jawa Tengah untuk penentuan lokasi dan penerima manfaat proyek. (Andhiani M. Kumalasari)

 

Yayasan Transformasi bersama Rajawali Foundation dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
siap mengimplementasikan Proyek Strengthening Coordination for Inclusive Workforce
Development in Indonesia (SINERGI) fase II. Proyek yang didanai oleh USAID melalui Mitra
Kunci Initiative ini akan dilaksanakan selama 18 bulan di Jawa Tengah. Tidak berbeda dengan
fase I, implementasi fase II ini difokuskan untuk kaum muda kurang mampu dan rentan
termasuk perempuan dan penyandang disabilitas yang berusia 18 – 34 tahun.

Yang sedikit berbeda dari fase sebelumnya, pada fase II ini terdapat program dan kegiatan
yang ditujukan untuk penempatan kerja dan peningkatan pekerjaan yang lebih baik. Wilayah
kegiatan pada fase II ini juga lebih luas, menyasar seluruh wilayah Jawa Tengah khususnya
wilayah yang masuk dalam 14 zona merah kemiskinan di Jawa Tengah.

Untuk mengetahui informasi wilayah sasaran kegiatan dan potensi mitra kerjasama, tim
SINERGI melakukan kunjungan audiensi ke beberapa Organisasi Pemerintah Daerah (OPD)
Jawa Tengah termasuk Tim Gubernur untuk Percepatan Pembagungan (TGUPP) dan Tim
Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Jawa Tengah.

TKPK Provinsi Jawa Tengah mengemban misi utama untuk menurunkan angka kemiskinan dan
memberdayakan potensi ekonomi dan sosial penduduk miskin agar bisa memberikan kontribusi
produktif bagi pembangunan daerah. Oleh karena itu, TKPK mengajak SINERGI untuk
berkolaborasi dalam rangka memperkuat koordinasi pembangunan ketenagakerjaan inklusif.

Audiensi Tim SINERGI dengan TKPK, Selasa (18/6/2019) dipimpin langsung oleh Ketua TKPK,
Taj Yasin Maimoen yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah. Agenda
audiensi membahas potensi dan peluang kerjasama untuk memperkuat koordinasi
pembangunan ketenagakerjaan inklusif, yakni: (a) perbaikan akurasi Basis Data Terpadu (BDT)
kaum muda kurang mampu; (b) sosialisasi dan outreach ketenagakerjaan inklusif; (c) rekrutmen
kerja; (d) asesmen siap kerja; (d) pelatihan keterampilan kerja; (e) pemagangan; dan (f)
penempatan kerja (better employment) untuk kaum muda dari keluarga kurang mampu dan
rentan termasuk penyandang disabilitas.

Terkait dengan penentuan lokasi kegiatan, SINERGI akan bermitra dengan delapan (8)
kabupaten yang masuk dalam 14 zona merah kemiskinan di Jawa Tengah sesuai arahan ketua
TKPK. “Untuk SINERGI, silahkan bisa melakukan kegiatan di Kabupaten Brebes, Demak,
Rembang, Grobogan, Sragen, Kebumen, Banyumas dan Banjarnegara. Semua kabupaten
tersebut masuk dalam zona merah kemiskinan Jawa Tengah,” ungkap Taj Yasin Maimoen.

Selain itu, untuk program pemerintah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah telah mengusulkan kegiatan kerjasama untuk
penanggulangan kemiskinan di desa-desa yang menjadi binaan kedua OPD tersebut. Tim
SINERGI bersama staf Diskominfo telah melakukan kegiatan visitasi ke Desa Kangkung, Mranggen, Kabupaten Demak untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa dan memperoleh
gambaran awal terkait profil kaum muda kurang mampu di desa tersebut.

SINERGI fase II akan membidik 16.000 kaum muda kurang mampu dan rentan di Jawa Tengah
untuk memperoleh akses informasi kerja serta pelatihan kerja dan pemagangan untuk 2.000
kaum muda termasuk penempatan kerja dan perbaikan pekerjaan. Dari pihak perusahaan,
SINERGI fase II ini telah bekerjasama dengan PT. Pan Brothers dan PT Sumber Alfaria Trijaya
Tbk (Alfamart). Tidak menutup kemungkinan perusahaan-perusahaan lain akan menjadi mitra
kerjasama SINERGI fase II ini. (Andhiani M. Kumalasari/ Communication Specialist SINERGI)