Paradigma lama memiliki kekeliruan dalam memahami CSR. Banyak perseroan yang berpikir untuk menyisihkan dana terlebih dahulu baru memikirkan program CSR apa yang akan dibuat. Padahal CSR adalah tanggung jawab sebuah perusahaan yang dirumuskan dan melahirkan sebuah program. Setelah adanya program, barulah membuat anggaran dari dana operasioanl perusahaan. Sering kali program CSR tidak memiliki tujuan yang jelas, hal ini pun memengaruhi pengelolaan program CSR dan tidak berkelanjutan.

Namun, saat ini CSR merupakan wujud komitmen dunia usaha untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan aspek ekonomi, lingkungan, Pendidikan, social dan budaya yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan perusahaan itu sendiri. Saat ini telah terjadi pergeseran paradigma dalam pengelolaan CSR, yang semula lebih banyak bersifat philanthropy (bantuan kemanusiaan yang bersumber dari nilai kedermawanan) menuju aspek-aspek pemberdayaan masyarakat yang lebih luas dan berdimensi jangka panjang.

Saat ini Corporate Social Responsibility (CSR) berkembang pesat seiring meningkatnya kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat dan lingkungan. CSR merupakan wujud komitmen dunia usaha untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup karyawan dan keluarganya sekaligus juga peningkatan kualitas komunitas lokal dan masyarakat secara luas (WBCSD, 1995). CSR telah menjadi tolok ukur akan tanggung jawab sosial yang menentukan reputasi perusahaan di mata public dan sebagai upaya untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, sebuah paradigma pembangunan untuk memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengorbankan generasi masa depan (WCED, 1987).

Mengapa kami?
Kami adalah Lembaga network think-tank yang memiliki jaringan pool of expert khususnya di bidang-bidang yang terkait dengan aspek Ekonomi, Sosial, Pendidikan dan Lingkungan Hidup untuk memastikan program-program yang dirancang agar persifat inklusif dan applicable untuk dilaksanakan sesuai dengan core business dan kondisi-kondisi local yang tersedia. Kami menawarkan konsep pengelolaan CSR menuju aspek-aspek pemberdayaan masyarakat yang lebih luas dan berdimensi jangka Panjang sehingga mampu meningkatkan reputasi perusahaan.

Tujuan

  1. Menumbuhkembangkan kesadaran Perusahaan-perusahan Swasta Nasional maupun Multinasional untuk melaksanakan aturan CSR diseluruh wilayah Republik Indonesia sesuai dengan Regulasi Pemerintah yang ada serta mengelola dan atau mengkordinir serta menyalurkan Dana CSR secara Transparan dan Akuntabel.
  2. Sebagai Generator, Katalisator, kordinator dan motivatior dalam mengelola dan menyalurkan dana CSR Perusahaan-perusahaan Swasta Nasional maupun Multinasional di seluruh Wilayah Republik Indonesia secara tepat guna dan tepat sasaran dalam rangka pemerataan kesejahteraan dan pembangunan yang bekerjasama dengan Pemerintah, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan pihak lainnya yang memiliki Visi Misi yang sama.
  3. Menyiapkan segala Perencanaan, Pengembangan, Pelaksanaan Dana CSR tersebut dengan koordinasi dengan seluruh Pihak terkait baik Pemerintah maupun Non Pemerintah.

ISO 26000
Kami akan memastikan pengembangan program-program CSR yang dilaksanakan akan mematuhi dan berkontribusi terhadap ISO 26000, SDG’s dan RPJMN Hijau.

  1. Tata kelola organisasi (organizational governance): sistem pengambilan dan penerapan keputusan perusahaan dalam rangka pencapaian tujuannya.
  2. Hak asasi manusia (human rights): hak dasar yang berhak dimiliki semua orang sebagai manusia, yang antara lain mencakup hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
  3. Praktik ketenagakerjaan (labour practices): segala kebijakan dan praktik yang terkait dengan pekerjaan yang dilakukan di dalam atau atas nama perusahaan.
  4. Lingkungan (the environment): dampak keputusan dan kegiatan perusahaan terhadap lingkungan.
  5. Prosedur operasi yang wajar (fair operating procedures): perilaku etis organisasi saat berhubungan dengan organisasi dan individu lain.
  6. Isu konsumen (consumer issues): tanggung jawab perusahaan penyedia barang/jasa terhadap konsumen dan pelanggannya.
  7. Pelibatan dan pengembangan masyarakat (community involvement and development): hubungan organisasi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

 

Spesialisasi Kami

Pilar Lingkungan Hidup
Perlindungan keanekaragaman hayati terpadu yang berkelanjutan, Penggunaan Teknologi Baru dan Terbarukan (EBT) dan pengembalian fungsi lahan.

Pilar Pendidikan
Penggunaan metode-metode baru dalam proses belajar mengajar untuk memberikan paradigma baru kepada guru dan siswa sehingga mampu meningkatkan kapasitas dan proses belajar-mengajar bisa lebih efektif dan efisien.

Pilar Ekonomi 
Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan keterampilan wirausaha berbasis ekonomi kreatif, dukungan pemasaran, dan penguatan kelembagaan.