KOMPAS.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin limpo mengatakan, saat ini Kementerian Pertanian ( Kementan) tengah mengutamakan ekspor dengan sebisa mungkin menahan impor produk pangan dan pertanian. Ia melanjutkan, hasil dari program tersebut dapat dilihat pada neraca perdagangan atau Balance of Trade (BoT). “Keberhasilan program peningkatan ekspor pertanian ini dapat dilihat dari BoT pertanian yang cenderung positif pada 2019,“ kata Syahrul di Jakarta, Rabu (19/2/2020) dalam keterangan tertulis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kementan Tengah Prioritaskan Ekspor Komoditas Pertanian", https://money.kompas.com/read/2020/02/20/182306526/kementan-tengah-prioritaskan-ekspor-komoditas-pertanian.

Transformasi memberikan apresiasi untuk prestasi Kementan Syahrul Yasin limpo meningkatkan ekspor dan menekan impor produk pertanian. Hal ini memang hal yang ideal dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dalam negeri khususnya ekonomi petani. Namun dalam keadaan resesi ekonomi sekaligus serangan wabah Covid-19 saat ini, perlu diteliti kembali data ketersediaan pangan setahun kedepan melalui stok pangan yang tersedia saat ini, potensi panen 6 bulan kedepan, potensi gagal panen, kemudahan memperoleh pupuk, kestabilan harga pupuk dan harga jual produk pertanian dan peternakan dan berbagai faktor lain. Jalur dan biaya distribusi tak kalah penting untuk mendapatkan perhatian. Ekspor mungkin akan perlu dibatasi untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan terutama karena mendekati ramadhan dan lebaran ditambah berkurangnya pasokan dari impor akibat pandemi.