antaranews.com
antaranews.com
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh menargetkan melalui pengembangan kawasan perikanan budidaya dapat mendorong peningkatan produktivitas sumber daya perikanan di daerah itu.

Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah di Meulaboh, Senin, mengatakan, melalui peningkatan sumber daya perikanan tersebut seiring pula meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung hidup pada sektor rumpun pertanian.

"Selama ini produksi perikanan tangkap memang sudah banyak, tapi tetap belum mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Karena itu melalui upaya pengembangan perikanan budi daya dapat mendorong pencapaian itu," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan H T Alaidinsyah kepada wartawan usai melakukan panen perdana ikan budidaya yang dihadiri unsur muspida, muspika serta pemerintahan Desa Pasie Pinang, Kecamatan Meureubo.

Dari data dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Barat menujukan bahwa untuk tingkat produktivitas perikanan daerah itu baru tercapai 17.712 ton selama 2015 atau dengan nilai taksiran rupiah adalah Rp481 miliar.

Komodi tersebut terdiri dari jenis ikan sebanyak 14 ribu ton, udang 3 ribu ton, kepiting 28 ton, cumi-cumi 15 ton dengan jumlah armada nelayan 582 unit, jumlah armada Kapal Motor (KM) ini jauh menurun dari data 2014 mencapai 934 unit.

"Melaui pengembangan ikan tambak, kolam jenis ikan nila, udang dan semuanya akan dapat meningkatkan produktivitas secara menyeluruh. Mungkin selama ini belum tertata begitu baik, berpencar-pencar," imbuhnya.

Kabupaten Aceh Barat memiliki potensi sumber daya perikanan lebih 30 ribu ton, dengan produktivitas 30-32 ton/hari, jumlah produksi ini belum seimbang dengan luasan dan potensi sumber daya tersedia, baik laut maupun darat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat Muhammad Iqbal menyampaikan, ada lima kecamatan pesisir yang menjadi sentra produksi perikanan, baik perikanan tangkap, budidaya kolam maupun perikanan tambak.

Selama ini dia mengakui belum optimalnya produksi perikanan karena nelayan masih terbatas alat tangkap dan armada penangkapan, demikian juga untuk pengembangan perikanan budidaya masih terpencar-pencar.

"Sebab itu kita merencakana kedepan ini harus ada satu kawasan yang defenitiv untuk pengembangan perikanan tambak, kolam untuk budidaya. Sementara untuk perikana tangkap kita upayakan pembinaan sumber daya manusia dan mendorong pemilik boad untuk membuat kapal yang lebih besar," katanya menambahkan.

Editor: Salahuddin Wahid

antaranews.com