antaranews.com
antaranews.com
Pelaku usaha sektor pertanian dan perikanan di Sulawesi Selatan mendapatkan fasilitas kredit perbankan sebesar Rp2,18 triliun untuk mendorong perluasan akses keuangan untuk sektor tersebut.

Kepala OJK Regional 6 Sulampua Bambang Kiswono mengemukakan penyaluran kredit secara serentak tersebut dialokasikan bagi 3.158 pelaku usaha dengan klasifikasi UMKM di Sulsel yang merupakan salah satu agenda strategis TPKAD dengan pelibatan pemerintah daerah, perbankan serta otoritas.

"Ini jadi momentum, sehingga untuk jangka panjang bisa memperbesar porsi penyluran kredit perbankan untuk sektor tersebut. Apalagi pertanian dan perikanan secara kumulatif selama ini hanya menyerap sekitar 2,5% dari total pinjaman yang disalurkan bank," katanya saat dihubungi, Minggu (13/11/2016).

Dia menjelaskan pemberian pinjaman perbankan kepada pelaku UMKM pertanian dan perikanan itu diluncurkan pada pekan lalu dan diharapkan bisa berkelanjutan sehingga memperbesar inklusi keuangan seluruh sektor di Sulsel.

Adapun program yang diinisiasi oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Sulsel itu menggandeng empat bank nasional yakni Mandiri, BRI, BNI dan Bukopin, serta Bank Sulselbar sebagai bank pembangunan daerah Sulsel.

Sebelumnya, Kepala Biro Bina Perekonomian Pemprov Sulsel Sukarniaty Kondolele mengatakan fasilitas kredit untuk UMKM sektor pertanian dan perikanan tersebut menyasar seluruh kabupaten/kota yang mana skema penjaringan dengan pelibatan SKPD teknis terkait.

Dia menguraikan, penghimpunan data informasi pelaku UMKM potensial binaan Pemda di 24 kabupaten/kota yang selanjutnya dikoordinasikan dengan OJK Regional 6 untuk memperoleh fasilitas kredit dari bank penyalur.

"Memang tidak sepenuhnya UMKM yang mendapatkan fasilitas kredit, secara khusus bergerak pada sektor pertanian maupun perikanan sebanyak 85,8%. Terdapat pula pelaku UMKM segmen lain tetapi turunan dari sektor pertanian dan perikanan, bergerkan di segmen pengolahan, perdagangan dan lainnya," papar Sukarniaty.

bisnis.com