liputan6.com
liputan6.com
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi budidaya perikanan mencapai 22,46 juta ton pada tahun 2017. Budidaya rumput laut diprediksi akan memberikan kontribusi paling besar yaitu sekitar 13 juta ton.

Untuk mencapai target tersebut KKP siap menggelontorkan anggaran sebesar 260 miliar rupiah untuk revitalisasi keramba jaring apung (KJA) dan tambak. Anggaran ini dialokasikan dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP.

Slamet Soebjakto selaku Direktur Jenderal Perikanan Budidaya menjelaskan kalau revitalisasi perlu dilakukan dalam rangka memperbaiki kondisi keramba ikan dan tambak guna meningkatkan produksi budidaya perikanan.

Slamet menambahkan, KKP akan melakukan revitalisasi ‎budidaya perikanan pada 300 hektar tambak dan 250 paket keramba KJA. Untuk revitalisasi tambak siap dialokasikan anggaran sebesar 210 miliar rupiah, sedangkan untuk KJA sebesar 50 miliar.

Selain melakukan revitalisasi fasilitas secara fisik, KKP juga melakukan penyuluhan pola pikir bagi para pembudidaya ikan dan rumput laut. Salah satunya terkait dengan pemanfaatan bibit di keramba.

"Pola pikir pembudidaya harus diubah, Karena biasanya mereka menggunakan pola setiap panen diambil bibitnya dan sisanya dijual. Kebiasaan tersebut diharapkan bisa berubah ke depannya. Panen dari hasil budidaya ikan itu 100 persen harus dijual, bibit didatangkan dari kebon bibit yang baru lagi," jelas Slamet Soebjakto.

Untuk mendukung program yang dicanangkan KKP, Slamet menyatakan pihaknya telah mengirim para petugas penyuluhan ke wilayah budidaya perikanan di Sulawesi, Sumatera, Jawa, Riau, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan. Diharapkan bakal ada perubahan pola pikir para pembudidaya untuk memanfaatkan bibit lebih optimal guna meningkatkan produksi.‎

sumber: isw