housing-estate.com
housing-estate.com
Preparatory Committee (PrepCom) di Surabaya yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Surabaya pada 25-27 Juli 2016 memasuki pembahasan agenda baru perkotaan (new urban agenda/NUA). NUA akan menjadi panduan penyelanggaraan perkotaan di dunia untuk jangka waktu 20 tahun mendatang. Acara ini merupakan agenda 20 tahunan yaitu forum Habitat yang diselenggarakan pertama kali tahun 1976. Acara di Surabaya merupakan forum Habitat ketiga.
Menurut Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bidang Sosial, Budaya, dan Peran Serta Masyarakat, Lana Winayanti, Indonesia memberikan beberapa masukan untuk dijadikan landasan penyususnan NUA. “Masukan dari Indonesia antara lain perlunya mengangkat keberagaman kondisi sosial budaya masyarakat dan geografis antarkota di satu negara dan antar negara itu sendiri. Keterkaitan ataupun konektivitas darat dan laut sehingga perancangan NUA jangan hanya berorientasi pada kota dan permukiman mainland,” ujarnya di Surabaya, Selasa 26/7).

Selain itu juga disampaikan perlunya hubungan urban-rural yang harus dikelola secara baik. Tantangan perubahan iklim di perkotaan dan pemukiman pesisir, kapasitas pemerintah kota yang bervariasi serta kebijakan one size fits all, juga penanganan mitigasi dan paska konstruksi bencana alam.

Lana menyebutkan sebelum berlangsungnya PrepCom yang diikuti 196 negara ini pihaknya berkeliling ke delapan kota besar yaitu Semarang, Denpasar, Yogyakarta, Solo, Palembang, Makassar, Bandung, dan Jakarta untuk menjaring masukan selain melibatkan para pakar. Dari situ banyak hal yang bisa ditawarkan Indonesia selaku tuan rumah. Surabaya sebagai tuan rumah juga memberikan contoh bagaimana meningkatkan peran publik untuk terlibat dalam Kampung Improvement Program. Sukses Kampung Improvement Program menjadi salah satu alasan Surabaya ditunjuk jadi tuan rumah PrepCom.

Acara ini sangat tepat diselenggarakan di Indonesia karena sejalan dengan fokus pemerintah dalam pembenahan infrastruktur perkotaan yang disebut target 100-0-100. Yaitu 100 persen akses air minum aman, 0 persen kawasan pemukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak. Hal ini juga akan menjadi masukan yang dibawa pada penyusunan NUA.

“Yang akan kita tekankan tiga hal pokok untuk isu perkotaan, yaitu tata kelola perkotaan (urban governance), perencanaan perkotaan (urban planning), dan pendanaan perkotaan (urban financing). Tiga hal ini menjadi elemen penting untuk mempersiapkan NUA yang akan diadopsi perkotaan dunia,” pungkasnya.

housing-estate.com