jaringnews
jaringnews
WAKIL Rektor I Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof. Dr. Sutarno, menyatakan, penghargaan Adipura yang diberikan kepada pemerintah daerah baru sebatas dalam pengelolaan sampah.

Namun masalah lingkungan ini, harus diatasi dengan konsep pembangunan kota berkelanjutan.

"Konsep kota masa depan adalah konsep kota berkelanjutan, karena permasalahan di perkotaan akan semakin kompleks. Sekarang banyak kota harus menanggung beban urbanisasi yang semakin menambah masalah perkotaan," katanya di depan peserta "Seminar Mewujudkan Kota Masa Depan Melalui Program Adipura" di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (6/12/2016).

Ia mencontohkan, Kota Solo yang berpenduduk sekitar 550.000 jiwa, setiap hari menanggung beban urbanisasi lebih dari satu juta orang. Membanjirnya arus urbanisasi tersebut, berakibat produksi sampah meningkat, beban ekonomi makin berat dan problem lingkungan juga semakin banyak.

"Produk sampah di perkotaan makin tinggi karena manusianya tambah banyak. Sedangkan jumlah penduduk yang meningkat, berarti kebutuhan habitat permukiman juga makin banyak. Dampak ikutannya adalah terjadinya degradasi lahan dan lingkungan," jelasnya.

Menurutnya program Adipura bisa menunjukkan fakta, di setiap kota secara fisik ada masalah sampah. Bagi kota yang mendapat penghargaan Adipura, berarti masalah sampah sudah selesai.

Tetapi agar masalah sampah tidak muncul kembali diperlukan kebijakan pembangunan dengan konsep berkelanjutan. Di sisi lain, masyarakat perlu diedukasi untuk berpartisipasi menangani berbagai masalah perkotaan, termasuk masalah sampah.

"Mengatasi masalah perkotaan tanpa partisipasi masyarakat tidak akan ada hasilnya. Adipura tanpa masyatakat itu omomg kosong," tandasnya.

Dalam seminar tersebut, di antara pembicara yang hadir adalah Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menyampaikan topik "Visi Kota Dalam Mewujudkan Kota Masa Depan", Prof. Dr. Johan Silas dengan topik "Konsep Mewujudkan Kota Masa Depan", Imam B. Prasojo tentang "Kota Masa Depan yang Berkarakter dan Berbudaya Lokal" dan pembicara lain.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

galamedianews.com