republika.co.id
republika.co.id
Sekitar 90 persen siswa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Surakarta mampu terserap lapangan kerja. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Surakarta, dari 50 SMK di Surakarta sebanyak 13.579 siswa lulusannya terserap lapangan kerja.

“Siswa SMK di Surakarta terserap lapangan kerja maksimal, mereka tersebar diberbagai daerah,” tutur Kepala Disdikpora Surakarta, Etty Retnowati, Kamis (15/9).

Ia mengungkapkan sejak belum lulus, banyak perusahaan-perusahaan yang melakukan seleksi potensi tenaga kerja terhadap siswa SMK di Surakarta. Kata dia kebanyakan lulusan SMK bekerja di bidang perindustrian. Sebarannya meliputi Jawa Barat, Jakarta dan Batam.

Hal ini menggembirakan mengingat persentase secara nasional terkait populasi pengangguran terbuka di Indonesia paling banyak dari lulusan SMK. Secara nasional lulusan SMK yang menganggur mencapai 7,56 juta jiwa atau sekitar 20 persen lebih.

“Meski secara nasional lulusan SMK yang menganggur cukup tinggi namun di Solo justru sebaliknya terserap banyak,” tuturnya.

Kendati demikian Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan perlu penyempurnaan proses belajar mengajar di SMK. Yakni perihal komposisi pembelajaran, peralatan praktikum, serta kerjasama dengan industri atau dunia usaha lainnya. “Idealnya komposisi pembelajaran di SMK itu 30 persen teori dan 70 persen praktik sehingga aspek pendidikan vokasi benar-benar fokus,” katanya.

republika.co.id