bisnis.com
bisnis.com
Apabila kita masuk ke kawasan Kota Tua dari Selatan, gedung Apothek Chung Hwa ialah gedung pertama yang berada di pintu gerbang kawasan Kota Tua Jakarta (Old Town Jakarta).

Gedung itu berada di kawasan Patekoan, Jalan Pancoran No 6, Glodok, Jakarta Barat. Awalnya Pancoran adalah sebuah permukiman yang dibuat oleh Belanda pada 1635, sekitar 16 tahun setelah Batavia didirikan oleh Jan Pieterszoon Coen.

Sebutan Patekoan berasal dari bahasa Tionghoa. Dalam bahasa Tionghoa, pa berarti ‘delapan’ dan tekoan berarti ‘teko’.

Kata itu berasal dari kebiasaan kapiten ketiga Batavia, Gan Djie, yang kerap menyediakan delapan teko berisi teh di teras depan rumahnya. Teh tersebut disediakan secara gratis bagi kuli-kuli miskin yang usai bekerja. Delapan teko itulah yang kemudian menjadi cikal bakal nama kawasan Patekoan.

Kisah itulah yang akhirnya melatarbelakangi rencana menghidupkan kembali suasana kehangatan dan jiwa sosial tersebut. Nantinya, di depan gedung Apothek Chung Hwa akan disediakan teh gratis bagi para pengunjung kawasan itu.

PT Pembangunan Kota Tua Jakarta (JOTRC), perusahaan yang merevitalisasi Kota Tua, ingin menghidupkan kembali tradisi kesetiakawanan sosial dari kisah tersebut. Artinya Kota Tua tak hanya tempat berdagang, melainkan juga memiliki jiwa sosial. “Semangat nilai jiwa sosial dan kehangatan itu yang coba dihidupkan kembali,” ujar Direktur Utama JOTRC Lin Che Wei pada acara peresmian rampungnya revitalisasi Apothek Chung Hwa, kemarin.

Lin Che Wei mengungkapkan peresmian gedung apotek itu menjadi simbol revitalisasi Kota Tua Jakarta secara keseluruhan. Artinya proyek revitalisasi Kota Tua ini sudah mencapai 80%. Dari 17 gedung yang menjadi target revitalisasi kawasan Kota Tua, tiga gedung sudah rampung direvitalisasi dan 12 gedung lain masih dalam proses pengerjaan.

Tiga gedung yang sudah selesai diperbaiki dan difungsikan kembali di antaranya Kantor Pos yang difungsikan sebagai galeri seni, gedung di Jalan Malaka 7-9 yang akan dihibahkan untuk Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dan gedung Apothek Chung Hwa yang difungsikan kembali sebagai kedai teh.

“Hingga saat ini ada 15 gedung yang tengah diperbaiki, dan akan rampung pada akhir Desember ini. Sisanya yang belum yakni gedung Dharmaniaga dan gedung Kolff & Go. Rencananya, dua gedung tersebut akan direvitalisasi pada 2016 mendatang,” ujarnya.

Lin Che Wei menambahkan, saat ini kawasan Kota Tua Jakarta masuk nominasi Warisan Budaya Dunia UNESCO mewakili Indonesia. “Kami optimistis Kota Tua bisa masuk sebagai world heritage site karena penilaian dari UNESCO itu lebih menitikberatkan pada rencana penataan kawasan,” tukasnya. (Sri Cahya Lestari/J-4)