image by: kolaka.go.id
image by: kolaka.go.id
PEMERINTAH fokus untuk mempercepat pemulihan peran industri sebagai motor perekonomian. Menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, sejak krisis moneter 1998-1999, peran industri sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional belum sepenuhnya pulih. “Padahal, sektor ini melahirkan devisa dari aktivitas ekspor dan kemampuannya menyerap angkatan kerja,” kata dia saat membuka rapat kerja Kementerian Perindustrian di Jakarta, kemarin.
Karena itu, pemerintah telah menerbitkan paket-paket kebijakan yang berorientasi memulihkan perindustrian nasional.

“Bahkan kita mendesain pembangunan kawasan industri dengan fasilitas yang ramah bagi investor, termasuk kawasan logistik berikat dan kawasan ekonomi khusus,” ujarnya.

Menperin Saleh Husin menyebut, pada 2019, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas dibidik 8,4% dengan penyerapan tenaga kerja 17,8 juta. “Ini dilakukan demi penguatan struktur industri melalui pembangunan industri hulu yang diintegrasikan dengan industri antara dan industri hilirnya.” Tahun lalu, industri nonmigas hanya tumbuh 5,2%, lebih rendah daripada 2014 yang 5,61%. Tahun ini, laju sektor industri nonmigas diproyeksikan 5,7%-6,1%.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman menilai iklim investasi di sektornya tahun ini lebih baik. “Salah satunya karena regulasi, PP pengupahan sudah keluar dan cukup membantu. Ini direspons calon investor asing dan menjadi daya tarik.” Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kemenperin Imam Haryono mengatakan ada rencana membentuk badan layanan umum (BLU) yang akan mengelola kawasan industri yang kurang berkembang. “Kalau sudah mulai mengelola, kan ada dana yang masuk. Ada tenant yang sewa. Makanya harus lewat BLU di bawah Dirjen PPI. yang penting service level agreement-nya nanti minimal harus menang dari Vietnam,” ujarnya. (Wan/Ant/E-2)


sumber: Media Indonesia