beritanasional.co.id
beritanasional.co.id
Lima pulau kecil di kepulauan Pasifik menghilang dari peta akibat meningginya permukaan laut serta erosi. Menghilangnya pulau itu adalah bukti pertama akibat dari perubahan iklim yang terjadi di garis pantai Pasifik, menurut peneliti dari Australia.

Pulau-pulau kecil itu adalah bagian dari Kepulauan Salomon yang dalam 2 dekade terakhir mengalami kenaikan permukaan air sampai 10mm. hal itu terungkap dalam suatu riset yang dirilis pada Mei lalu.

Pulau-pulau yang hilang itu berukuran 1 sampai 5 hektar. Untungnya, tidak ada dihuni oleh manuisa.

Tetapi, 6 pulau lainnya sebagian sudah rata dengan laut. Dua di antaranya dihuni oleh penduduk sudah benar-bernar rusak sehingga memaksa mereka hengkang dari situ.

Salah satunya adalah Pulau Nuamtambu, rumah bagi 25 keluarga. Mereka kehilangan 11 rumah serta setengah dari pulau itu tenggelam semenjak 2011.

Hilangnya pulau-pulau itu mengonfirmasi riset yang mengatakan bakal ada berbagai titik di sepanjang Pasifik secara dramatis hilang sebab akibat perubahan iklim.

Para ilmuwan memakai data satelit tahun 1943 terhadap 33 pulau di wilayah itu. Termasuk, pengetahuan tradisional serta data karbon dari pohon.

Kepulauan Salomon adalah negara dengan ratusan pulau serta mempunyai populasi penduduk 640 ribu. Letaknya, selemparan batu dari timur laut Australia.

“Ini adalah panggilan darurat bagi seluruh negara-negara tetangga serta bantuan internasional untuk membantu merelokasi kami dengan dana dari Green Climate Fund,” kata Melchior Mataki, kepala Solomon Islands’ National Disaster Council.

Green Climate Fund adalah bagian dari program UN Framwork Convention on Climate Change yang berfungsi untuk membantu negara-negara yang terdampak dengan perubahan iklim.

Kepulauan Salomon adalah salah satu dari 175 negara yang pada April lalu menandatangani perjanjian global yang dicapai di konvensi perubahan iklim di Paris.

Para penduduk pulau terpaksa pindah ke pulau tetangga atau tinggal di perbukitan.

“Air laut mulai memenuhi daratan. Itu bukan sekedar air pasang lagi…sehingga memaksa kita pindah ke perbukitan serta membangun desa kami menjauh dari laut,” tutur Sirilo Sutaroti yang desanya tenggelam.

beritanasional.co.id