image by antaranews.com
image by antaranews.com
Banjir yang merusak sekitar 1.000 rumah dan menyebabkan 4.000 kepala keluarga (KK) mengungsi di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo menjadi perhatian pekerjaan rumah pemerintah daerah (pemda).

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan total kerugian akibat banjir tersebut di wilayahnya tersebut mencapai Rp 150 miliar.

Menurutnya, banjir tersebut akibat buruknya resapan air yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Limboto. Karena itu, ia berjanji akan meningkatkan anggaran untuk pengelolaan lingkungan hidup.

“10 persen dana Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Dana Desa akan dialokasikan untuk lingkungan hidup,” katanya di Jakarta, Rabu (2/11).

Menurutnya, dana tersebut akan digunakan untuk penanaman kembali di sekitar DAS Limboto, pembuatan saluran air, serta penguatan kelembagaan masyarakat. Dengan hal tersebut, lanjutnya, Kabupaten Gorontalo juga akan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) yang menjadi target nasional.

Selain itu, Nelson juga sedang menyiapkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk mengatur zonasi di sekitar DAS Limboto. Nantinya, kata dia, akan ditentukan zona untuk pemukiman, pertanian, dan hutan.

“60 persen warga itu tinggal itu dari hulu sampai sekitar danau. Kita selesaikan RTRW itu tahun ini, maka masyarakat yang tidak sesuai dengan tata ruang harus relokasi. Sudah kita siapkan,” ungkapnya.

Reportase : Bayu Adji P Editor : Mulya Achdami

harnas.co