Rapat Kelompok Aksi (POKSI Ketenagakerjaan Inklusif Jawa Tengah #1: Pembahasan Rencana Kerja POKSI dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)

SINERGI melaksanakan Rapat Kelompok Aksi (POKSI) Ketenagakerjaan Inklusif Jawa Tengah yang pertama untuk implementasi Proyek SINERGI fese 2 pada tanggal 22 Agustus 2019. (Andhiani M. Kumalasari/ SINERGI)

Semarang – SINERGI melaksanakan Rapat Kelompok Aksi (POKSI) Ketenagakerjaan Inklusif yang pertama untuk implementasi fase 2 pada tanggal 22 Agustus 2019 di Ruang Rapat Bappeda Provinsi Jawa Tengah. Rapat POKSI dihadiri oleh 41 orang yang terdiri dari anggota POKSI dan mitra kerja POKSI dan SINERGI dari perwakilan unsur pemerintah daerah, perusahaan, organisasi kepemudaan, dan lembaga pelatihan kerja.

Agenda yang dibahas pada rapat POKSI kali ini adalah rencana kerja Proyek SINERGI fase 2, pengembangan aplikasi asesmen minat dan bakat kaum muda untuk pasar kerja, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) – Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, dan re-strukturisasi POKSI Ketenagakerjaan Inklusif 2019-2020.

Drs. Juwandi, M.Si selaku Ketua POKSI sekaligus Sekretaris Bappeda Provinsi Jawa Tengah menyampaikan, “Rapat POKSI kali ini diharapkan nanti bisa menyepakati re-strukturisasi POKSI Ketenagakerjaan Inklusif 2019-2020 sehingga POKSI dapat lebih bertenaga dan solid karena banyak anggota-anggota baru yang kompeten dimasing-masing bidangnya.”

Salah satu poin penting dalam re-strukturisasi POKSI adalah anggota POKSI perlu memahami mandat program SINERGI dalam mempromosikan ketenagakerjaan inklusif, mengurai simpul dan kesenjangan koordinasi ketenagakerjaan, membentuk POKSI Ketenagakerjaan Inklusif dan menyusun konsep serta model koordinasi ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, POKSI diharapkan untuk dapat mensinergikan kebijakan, program, kegiatan dan sumber pendanaan dari pemerintah, perusahaan, pemuda dan lembaga pelatihan kerja untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (kaum muda).

Serah terima secara simbolis Data Kesejateraan Sosial Terpadu (DKTS) untuk 16.000 calon penerima manfaat SINERGI oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah kepada Ketua POKSI. (Andhiani M. Kumalasari/ SINERGI)

Terkait dengan calon penerima manfaat SINERGI fase 2, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah memaparkan proses sistem verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dalam data tersebut, Dinas Sosial telah menyediakan informasi DTKS di 11 wilayah kerja SINERGI yang nantinya akan digunakan untuk memperoleh 16.000 kaum muda kurang mampu dan rentan yang menjadi penerima manfaat proyek SINERGI. POKSI juga akan mengawal pengembangan aplikasi untuk proses asesmen bakat dan minat kaum muda penerima manfaat untuk pasar kerja sekaligus menganalisa hasil dari asesmen tersebut

Paparan terakhir adalah rencana kerja POKSI, pada paparan ini disampaikan bahwa ada tiga langkah yang harus dilakukan oleh POKSI yaitu trust (percaya), inklusif dan partisipatif konstruktif. POKSI juga perlu merumuskan hal-hal yang perlu untuk mendukung tantangan program SINERGI terkait isu kesetaraan gender dan inklusi sosial (GESI) yang sejauh ini belum tersentuh, yaitu; dukungan keluarga dan lingkungan sosial, proteksi kerja serta pusat pengaduan dan akses pemulihan, Ketiga hal tersebut diharapkan dapat menjadi rencana kerja POKSI 2019-2020.