Positive, Energic, Amazing! YSN Menyebarkan Semangat Ketenagakerjaan Inklusif untuk Kaum Muda

Peserta pelatihan memaparkan hasil temuan dari kegiatan kunjungan lapangan tentang isu ketenagakerjaan inklusif di tempat kerja. (Andhiani M. Kumalasari/ SINERGI)

Magelang – “Kami pendukung kaum muda, positive, energic, amazing!” Yel-yel ini dipilih oleh peserta pelatihan Youth Support Network (YSN) Ketenagakerjaan Inklusif untuk memotivasi semangat mereka. Pelatihan YSN dilaksanakan selama tiga hari, 26-29 Agustus 2019 di Hotel Oxalis Regency Magelang. Pelatihan ini diikuti 25 orang kaum muda yang berasal dari Kota Surakarta, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Rembang Grobogan, Banyumas, Boyolali, Kudus, dan Demak. Peserta pelatihan ini nantinya akan menjadi fasilitator penggerak yang pendukung kaum muda di daerah masing-masing khususnya dari golongan kurang mampu dan rentan dalam memperoleh akses informasi dan kesempatan mengikuti pelatihan serta penempatan kerja. Dari 25 orang peserta pelatihan, 19 orang adalah perempuan dan 3 orang penyandang disabilitas.

Roni Wijayanto, Youth Officer SINERGI menjelaskan “intinya 25 kaum muda ini akan menjadi pendukung teman-temannya yang membutuhkan informasi kerja dan juga lowongan pekerjaan, sekaligus nantinya ada peran juga untuk memberikan konseling dan mentoring.” Berdasarkan peran sebagai pendukung kaum muda tersebut, sebelum terjun ke lapangan, peserta pelatihan calon YSN diberikan membekalan pengetahuan dan keterampilan terutama tentang konsep YSN, ketenagakerjaan inklusif, kesetaraan gender dan inklusi sosial (GESI) serta Positive Youth Development (PYD).

Selain pengetahuan dasar sebagai YSN, peserta juga diberikan pemahaman tentang membentuk karakter diri dan membangun kerja tim yang dikemas dalam rangkaian permainan outbond. Kegiatan outbond diakhiri dengan sesi refleksi untuk menggali arti penting percaya diri dan kerjasama tim.

Kegiatan outbond inklusif untuk melatih peserta pelatihan labih kepercayaan diri dan membangun kerjasama tim. (Andhiani M. Kumalasari/ SINERGI)

Materi pelatihan lainnya adalah memahami kondisi di dunia kerja. Peserta pelatihan melakukan kunjungan lapangan di PT. Usman Jaya Mekar Tekstil – Magelang dan Yayasan Mahanani – Ambarawa. Pada kegiatan kunjungan tersebut, peserta diberi tugas untuk menggali informasi dan mencari temuan-temuan riil tentang hambatan kaum muda difabel dalam mengakses pasar kerja, hambatan dari keluarga dalam mendukung kaum muda difabel untuk mengakses pasar kerja, kondisi lingkungan sosial kaum muda yang dianggap sebagai penghambat dan pendukung dalam mengakses pasar kerja, mengidentifikasi bagaimana perusahaan membuka peluang inklusifitas di lingkungan kerja, kendala dari sisi perusahaan dalam merekrut calon tenaga kerja difabel, sikap perusahaan terkait undang-undang pekerja difabel, dan kontribusi YSN untuk mendukung kaum muda difabel.

Hasil kunjungan lapangan kemudian didiskusikan dalam kelompok. Dalam diskusi kelompok, peserta diminta untuk mampu membentuk konstruksi berfikir kritis dan analitis. Hasilnya, ada dua rumusan kontribusi YSN dalam merespon realitas di lapangan untuk mendukung pengarusutamaan ketenagakerjaan inklusif sesuai dengan sumber daya yang dimiliki. Dalam rumusan tersebut juga dijelaskan tentang kebutuhan kolaborasi dalam mengatasi hambatan inklusifitas ketenagakerjaan serta mengidentifikasi pihak-pihak yang dapat dilibatkan untuk berkontribusi sesuai dengan ranah kerjanya masing-masing.

Di akhir pelatihan, peserta memetakan kebutuhan keterampilan tambahan yang diperlukan untuk peran sebagai YSN sekaligus mengidentifikasi hambatan-hambatan kaum muda dalam mengakses informasi ketenagakerjaan inklusif. Pemenuhan kebutuhan keterampilan tambahan dan solusi terhadap hambatan yang telah dipetakan tersebut nantinya akan dikerjakan bersama SINERGI. Sebagai aksi nyata, setelah pelatihan selesai akan dilaksanakan kegiatan penjangkuan (outreach) yang berupa sosialisasi, penyebaran informasi, rekruitmen, asesmen, dan pendampingan kepada pemerintah daerah dan kaum muda kurang mampu dan rentan di wilayah masing-masing.