Karir

The Center for Public Policy Transformation (Transformasi) adalah organisasi nirlaba yang didirikan untuk mendorong kebijakan berbasis fakta di Indonesia melalui penelitian dan pelatihan kebijakan. Transformasi terus ingin mempekerjakan kaum profesional yang dinamis dan berdedikasi yang tertarik dengan permasalahan kebijakan publik, terutama di bidang kelautan dan perikanan, manajemen perkotaan, dan/atau penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Jika anda merasa memenuhi syarat untuk bekerja di lingkungan kerja yang dinamis dan cepat dan merasa dapat berkontribusi terhadap peningkatan sektor kebijakan publik di Indonesia, silahkan lihat lowongan kami yang ada saat ini dan/atau di masa mendatang.

Tanggal Selesai: Minggu, 26 Mei 2019

1.    LATAR BELAKANG

SINERGI (Strengthening Coordination for Inclusive Workforce Development in Indonesia) merupakan sebuah proyek yang didanai oleh USAID yang dilakukan oleh Konsorsium yang terdiri dari Rajawali Foundation (RF) dan Pusat Transformasi Kebijakan Publik Indonesia (TRANSFORMASI). SINERGI bertujuan untuk memperkuat koordinasi pembangunan ketenagakerjaan inklusif melalui pelibatan pemerintah daerah, perusahaan, lembaga pendidikan dan pemuda guna mempersiapkan kaum muda dari golongan ekonomi kurang mampu dan rentan di Jawa Tengah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.SINERGI phase-1 selama 15 bulan fase piloting (2017-2018) sudah melakukan beberapa kegiatan penting untuk mendukung penguatan koordinasi kebijakan pembangunan ketenagakerjaan inklusif di provinsi Jawa Tengah, yakni: (1) pemetaan aktor & pemangku kepentingan (workforce champions mapping); (2) penelitian ketenagakerjaan inklusif (workforce research); (3) dialog nasional ketenagakerjaan inklusif (workforce dialogues); (4) pembentukan Kelompok Aksi (POKSI); (5) pelaksanaan Dana Sinergi (Opportunity Fund); (6) Major Events, meliputi: (a) Pemuda-Perusahaan-Pemerintah Daerah (3P Meeting); (b) Human Resource Workshop; (c) Youth festival; dan (d) Awareness raising campaign.

Berdasarkan hasil capaian SINERGI phase-1, akan dilanjutkan ke tahap SINERGI phase-2 selama 18 bulan fase Implementasi (2019 -2020).Selama 18 bulankedepan pelaksanaan proyek SINERGI akan melakukan banyak kegiatan yang akan diimplementasikan serta mecakup kegiatan-kegiatan solutif untuk permasalahansimpul-simpul koordinasi keternagakerjaan inklusif. Beberapa kegiatan tersebut antara lain; penguatan anggota dan seri pertemuan kelompok aksi (POKSI) ketenagakerjaan inklusif Jawa Tengan; training ketenagakerjaan untuk kaum muda; workshop dan kegiatan youth festival yang akan menjadi wadah bagi kaum muda untuk mengakes informasi lowongan pekerjaan sekaligus melamar pekerjaan. Untuk mendukung kegiatan-kegiatan tersebut diatas agar bisa terlaksana, SINERGI memerlukan sebuah kantor yang ada di Jawa Tengah. Adapun kantor yang diperbolehkan seperti Gedung, Ruko atau Rumah yang lokasinya berada di daerah simpang lima atau dekat dengan pusat-pusat kantor pemerintahan di Semarang.


2.    TUJUAN (OBJECTIVES)

  1. Mencari kantor SINERGI yang berlokasi di Kota Semarang;
  2. Menyetting ruangan kantor SINERGI dengan rincian; 1 ruangan kerja utama, 1 ruangan meeting, 1 ruangan project leader, 1 ruangan keuangan, mushola, gudang, ruangan tunggu tamu dan ruangan resepsionis. Setting ruangan juga meliputi partisi dan juga instalasi listrik.
  3. Menyediakan peralatan dan perlengkapan untuk kantor seperti; meja; kursi; lemari; kabinet; laci, papan tulis.


3.    OUTPUT

  1. Tersedianya kantor SINERGI yang berlokasi di Kota Semarang;
  2. Tersedianya settingan kantor SINERGI dengan rincian; 1 ruangan kerja utama, 1 ruangan meeting, 1 ruangan project leader, 1 ruangan keuangan, mushola, gudang, ruangan tunggu tamu dan ruangan resepsionis.
  3. Tersedianya peralatan dan perlengkapan untuk kantor seperti; meja; kursi; lemari; kabinet; laci, papan tulis.


4.    LOKASI

Untuk lokasi berada di Kota Semarang.


5.    WAKTU

Proses kegiatan untuk pengadaan barang dan jasa dilakukan di bulan April – Mei 2019


6.    KONSEP KANTOR

1. Sewa Kantor
Kantor SINERGI berupa bangunan seperti gedung, ruko atau rumah dengan mempunyai luas bangunan minimal 120 M2 s/d 150 M2, dengan menggunakan sistem sewa dan untuk periode sewa maksimal sampai tanggal 29 September 2020.Untuk lokasi kantor SINERGI berada disekitar simpang lima semarang atau kantor-kantor pusat pemerintahan di semarang dengan lingkungan yang aman, nyaman, akses jalan besar, mudah dilewati, serta bebas dari banjir.

2. Setting Kantor
Kantor SINERGI akan disetting antara lain:

  • Ruangan kerja utama, ruangan kerja utama berkapasitas antara 8-10 orang, menggunakan cubical serta ada skat pembatas antar staff.
  • Ruangan Project Leader untuk kapasitas 3 orang di dalamnya.
  • Ruangan Keuangan untuk kapasitas 1 orang di dalamnya.
  • Ruangan Meeting untuk kapasitas sekitar 16 – 20 orang di dalamnya, lengkap dengan screen projector.
  • Mushola.
  • Gudang.
  • Ruangan tunggu.
  • Ruangan resepsionis.
  • Pasrtisi untuk semua ruangan.
  • AC.
  • Instalasi listrik untuk setiap ruangan.

3. Sewa Peralatan dan Perlengkapan Kantor
Terdapat 8-10 unit kursi untuk ruangan kerja utama, 3 unit meja dan kursi untuk ruangan project leader, 1 unit meja dan kursi untuk ruangan keuangan, 16-20 kursi ruangan meeting, 1-2 unit meja meeting untuk ukuran 16-20 orang, 3 lemari dan kabinet untuk file.


7.    JADWAL KEGIATAN

No.

Kegiatan

Waktu

1

Pembuatan ToR Kegiatan dan approval

2-3 April 2019

2

Pemberitahuan/ iklan untuk proses pengadaan barang dan jasa.

4 – 19 April 2019

3.

Permintaan penawaran

4 – 19 April 2019

4.

Meeting Evaluasi Pengadaan Barang dan Jasa

23 April 2019

5

Pengumuman Pemenang

23 April 2019

6

Proses Negosiasi Harga

24 April 2019

7.

Kontrak

25 April 2019

8.

Proses Pekerjaan untuk Setting kantor SINERGI

29 April 2019 – 15 Mei 2019



8.    KUALIFIKASI DAN PERSYARATAN

  1. Perusahaan atau individu yang mempunyai kemampuan dan kapabilitas dibidangnya.
  2. Warga Negara Indonesia, dikhusukan berdomisili di Jawa Tengah.
  3. Memiliki legalitas, Jika individu (KTP/NPWP) jika badan perusahaan (Akta, SIUP, TDP).
  4. Untuk vendor set up kantor, selain memberikan penawaran harga serta memberikan usulan desain layout untuk kantor.
Tanggal Selesai: Minggu, 29 Desember 2019

INTERNSHIP OPPORTUNITY
(KESEMPATAN MAGANG)

di
Yayasan Transformasi Kebijakan Publik Indonesia (Transformasi)

Latar Belakang

Pusat Transformasi Kebijakan Publik (Transformasi) adalah Jaringan Para Pemikir yang didirikan pada tahun 2014, yang bertujuan untuk mendorong pembuatan kebijakan berbasis data dan fakta.

Sejak awal berdirinya, Pusat Transformasi Kebijakan Publik (Transformasi) senantiasa bergerak atas dasar dorongan untuk berkontribusi terhadap pembuatan kebijakan publik yang lebih baik di Indonesia dengan berbasis data dan fakta. Berangkat dari visi tersebut, Transformasi telah mengembangkan sejumlah program di bidang Adaptasi Perubahan Iklim, Kelautan dan Perikanan, Penciptaan Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi, serta Perkotaan.

Mulai dari kegiatan Dialog di atas Kereta bersama Kementerian Perhubungan, peluncuran buku, diseminasi informasi, dan publikasi riset tentang pertumbuhan ekonomi, Forum Kebijakan Pertumbuhan Ekonomi Nasional, yang bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, hingga penyelenggaraan Serangkaian Diskusi Kebijakan dan Kajian untuk Kriteria dan Indikator untuk Pembiayaan Perikanan yang Berkelanjutan, bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Pendampingan Kabupaten dan Provinsi Gorontalo dalam Pengintegrasian Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim. Seluruh kegiatan tersebut telah membangun jaringan kerja dan koordinasi Transformasi dengan para pengambil kebijakan di tingkat pusat dan daerah.

Selain itu, saat ini Transformasi sedang melaksanakan program percontohan untuk menciptakan wadah untuk menjembatani dan menghubungkan kaum muda yang miskin dan rentan serta lembaga Pendidikan dan Pelatihan Vokasi (TVET) dengan sektor swasta dan pemerintah di Jawa Tengah. Inisiatif ini didanai oleh USAID, telah dilaksanakan selama 15 bulan (2017-2018), akan berlanjut hingga 18 bulan kedepan (2019-2020) dan didukung pula oleh Rajawali Foundation.

Untuk mendukung kegiatan pengumpulan data dan fakta, Transformasi membuka kesempatan magang (internship) bagi para mahasiswa ataupun lulusan dibidang public policy, hukum, sosial dan ekonomi serta bidang-bidang lainnya. Peserta magang nantinya dapat memperoleh kesempatan untuk mengisi posisi Research Assistant dengan rincian tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

  • Melaksanakan kegiatan pengumpulan data dan informasi, baik secara kuantitatif dan kualitatif, untuk kebutuhan riset kebijakan
  • Melaksanakan pengolahan data dan informasi dari hasil pengumpulan data penelitian dari lapangan
  • Melakukan pengurusan surat izin penelitian atau surat izin pengumpulan data penelitian di kantor Kesbanglinmas atau Bappeda pemerintah kabupaten/kota
  • Mempersiapkan teknis pelaksanaan kegiatan diskusi kelompok atau FGD (focus group discussion) di lapangan
  • Melakukan observasi di lokasi penelitian sesuai dengan petunjuk metodologis yang ditentukan
  • Membantu melakukan analisis data riset kebijakan
  • Melakukan koordinasi dengan dinas-dinas atau instansi pemerintah dan instansi non pemerintah terkait dengan kebutuhan data dan informasi riset kebijakan
  • Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh tim riset kebijakan terkait kegiatan penelitian lapangan

 

Adapun kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan antara lain:

  • Minimum berpendidikan S1 atau sederajat dari disiplin ilmu ekonomi, sosial, politik, perikanan, pertanian, kelautan, humaniora, manajemen, administrasi negara, kebijakan publik, pemerintahan, dan bidang keilmuan lainnya yang relevan
  • Memiliki kemampuan menulis atau drafting tulisan makalah/paper
  • Memiliki komitmen bekerja sebagai bagian dari tim riset kebijakan
  • Memiliki motivasi kerja tinggi, jujur, berintegritas, dan berdisiplin
  • Memiliki kemampuan mempergunakan internet, email, microsoft office, dll
  • Sanggup bekerja dalam lingkungan kerja dan budaya kerja profesional

 

Kirimkan lamaran dan CV Anda ke hr@transformasi.org, dengan subyek: Magang/Internship. Lowongan ini terbuka setiap saat sepanjang tahun. Hanya pelamar dengan kualifikasi terbaik yang akan dihubungi.

Tanggal Selesai: Minggu, 23 Februari 2020

Latar Belakang

Jawa Tengah merupakan provinsi yang memiliki jumlah penduduk miskin terbesar ke-3 di Indonesia. Pada satu sisi, di Jawa Tengah juga menjadi provinsi dengan tingkat upah minimum regional (UMR) terendah ke-2 di Indonesia setelah DI Yogyakarta. Dengan tingkat UMR yang rendah, Jawa Tengah sangat menarik bagi para investor industri padat karya, khususnya garmen, untuk berinvestasi di Jawa Tengah. Jumlah investasi besar yang masuk tentu saja membawa konsekuensi pada permintaan atau kebutuhan tenaga kerja yang besar. Namun ironisnya, di Jawa Tengah masih memiliki tingkat pengangguran dan kemiskinan yang relatif tinggi. Kondisi ini terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah adanya kesenjangan (gap) antara kebutuhan/permintaan tenaga kerja dari industri dengan kualitas ketrampilan kerja yang dihasilkan dari lulusan sekolah vokasi dan lembaga pelatihan kerja yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri

SINERGI (Strengthening Coordination for Inclusive Workforce Development in Indonesia) merupakan sebuah proyek yang didanai oleh USAID yang dilakukan oleh Konsorsium yang terdiri dari Rajawali Foundation (RF) dan Pusat Transformasi Kebijakan Publik Indonesia (TRANSFORMASI). SINERGI bertujuan untuk memperkuat koordinasi pembangunan ketenagakerjaan inklusif melalui pelibatan pemerintah daerah, perusahaan, lembaga pendidikan dan pemuda guna mempersiapkan kaum muda dari golongan ekonomi kurang mampu dan rentan di Jawa Tengah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Untuk mendukung proyek SINERGI tersebut, Transformasi membutuhkan seorang GESI Specialist.

Adapun Rincian Tugas & Tanggung Jawab sebagai berikut:

A. Programatik & Manajerial

  1. Memastikan seluruh aspek GESI yang ada di panduan USAID Mitra Kunci terimplementasi dalam setiap kegiatan dan program SINERGI
  2. Memastikan pengintegrasian strategi GESI ke dalam rencana kerja POKSI dan Rencana Aksi Inovatif Bersama Konsorsia 4P
  3. Memfasilitasi kegiatan teknis pengintegrasian strategi GESI ke dalam Rencana Kerja (Renja) OPD/Dinas yang menjadi mitra kerja POKSI/SINERGI
  4. Menyusun laporan monitoring dan evaluasi hasil pengintegrasian strategi GESI ke dalam rencana kerja POKSI dan Rencana Aksi Inovatif Bersama Konsorsia 4P dan Rencana Kerja (Renja) OPD/Dinas
  5. Bertanggungjawab untuk merancang dan membuat 1 (satu) panduan teknis tentang pelaksanaan/operasionalisasi strategi GESI dalam kegiatan-kegiatan di tingkat POKSI dan Konsorsia 4P
  6. Bertanggungjawab untuk merancang dan membuat 1 (satu) laporan tentang hasil pengintegrasian strategi GESI ke dalam rencana kerja POKSI dan Rencana Aksi Inovatif Bersama Konsorsia 4P
  7. Memberikan bimbingan teknis dan mengadvokasi sektor swasta untuk mempersiapkan lingkungan kerja yang inklusif dan menyusun kebijakan ketenagakerjaan inklusif
  8. Bertanggungjawab untuk merancang dan membuat 1 (satu) laporan tentang pengintegrasian strategi GESI ke dalam Rencana Kerja (Renja) OPD/Dinas yang menjadi mitra kerja POKSI/SINERGI
  9. Memastikan pendekatan Postive Youth Development (PYD) diaplikasikan untuk semua kegiatan SINERGI
  10. Melakukan tugas dan kegiatan lain yang diberikan oleh Project Leader SINERGI yang relevan dengan penerapan strategi GESI

B. Koordinasi dan Berjejaring

  1. Melakukan koordinasi dengan para Kepala OPD/Dinas yang menjadi mitra kerja POKSI dalam rangka pengintegrasian strategi GESI ke dalam Rencana Kerja (Renja) OPD/Dinas
  2. Melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai organisasi/kelompok perempuan dan kelompok terekslusi lainnya yang memiliki kepedulian dengan isu pembangunan ketenagakerjaan inklusif

C. Kualifikasi dan Kompetensi

  1. Berpendidikan minimal S1 dari disiplin ilmu politik, ekonomi, ekonomi pembangunan, sosial, humaniora, manajemen, administrasi negara, kebijakan publik, pemerintahan, dan bidang keilmuan lainnya yang relevan
  2. Memiliki minimal 4 tahun pengalaman bekerja dengan organisasi dan orang dengan disabilitas serta kelompok rentan lainnya serta memiliki pengalaman bekerja untuk isyu ketenagakerjaan inklusif
  3. Memiliki jaringan yang kuat dengan sektor swasta
  4. Memiliki kemampuan untuk melakukan kerja-kerja advokasi ke organisasi pemerintah, non pemerintah maupun sektor swasta.
  5. Memiliki pengalaman bekerja bersama OPD/Dinas di tingkat provinsi Jawa Tengah yang berhubungan dengan program/kegiatan pembangunan daerah akan merupakan keuntungan
  6. Memiliki pengalaman menangani program/kegiatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan inklusi sosial, baik di tingkat nasional maupun lokal
  7. Memahami konsep dasar tentang kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan inklusi sosial
  8. Memiliki komitmen dan kemampuan bekerjasama sebagai satu tim
  9. Memiliki motivasi kerja tinggi, jujur, berintegritas, dan berdisiplin
  10. Sanggup bekerja dalam lingkungan kerja dan budaya kerja profesional
  11. Memiliki kecakapan berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia maupun Inggris
  12. Memiliki kemampuan menulis laporan program
  13. Memiliki kemampuan mempergunakan internet, email, microsoft office, dll

D. Penempatan dan Periode Kerja

  • GESI Specialist adalah posisi full-time, untuk periode kerja secepatnya hingga September 2020.
  • Lokasi kerja di Semarang dengan beberapa perjalanan ke Jakarta dan kabupaten-kabupaten di wilayah Jawa Tengah.


Kirimkan lamaran dan CV Anda ke hr@transformasi.org, dengan subyek: GESI Specialist, sebelum 24 Februari 2020.
Hanya pelamar dengan kualifikasi terbaik yang akan dihubungi.

Tanggal Selesai: Senin, 09 November 2020

KERANGKA ACUAN

KONSULTAN

REVITALISASI TATA NIAGA PERTANIAN HORTIKULTURA 

MENUJU KEMANDIRIAN DAN KEDAULATAN PANGAN YANG BERKEADILAN

 

Title

:

Konsultan untuk Revitalisasi Tata Niaga Pertanian Hortikultura menuju Kemandirian dan Kedaulatan Pangan yang Berkeadilan

Duty Station

:

Indonesia

Report to

:

Direktur Transformasi 

Duration

:

45 hari

 

LATAR BELAKANG

COVID-19 memberikan dampak besar bagi perekonomian nasional. Jika tidak segera diatasi, ancaman tambahan tingkat pengangguran terbuka (TPT) ada di depan mata. Bappenas memproyeksikan bahwa TPT akan meningkat 4 juta hingga 5,5 juta di akhir tahun 2020. Industri manufaktur, perdagangan, konstruksi, jasa perusahaan dan akomodasi, lalu makanan dan minuman adalah sektor yang paling berpotensi menambah jumlah pengangguran terbuka (TPT). Di tengah pertumbuhan negatif berbagai sektror perekonomian nasional, pertanian menjadi salah satu sektor yang paling stabil dan cenderung mengalami peningkatan ditengah kondisi pandemi. Kenaikan ini dilihat dari Triwulan I ke Triwulan II dari sub sektor tanaman pangan, tanaman hortikultura, serta jasa pertanian dan perburuan. Besaran kenaikan tersebut sebesar Rp. 38.110,7 milyar untuk tanaman pangan, Rp. 9.857,6 milyar untuk tanaman hortikultura, dan Rp.413,6 milyar untuk jasa pertanian dan perburuan. Menteri Pertanian menjelaskan bahwa peran sektor pertanian di Indonesia pada saat ini cukup signifikan, terlihat dari kontribusinya terhadap total PDB mencapai 14% dan penyediaan lapangan kerja hampir separuh total penduduk Indonesia

Sumber: BPS, 2020

Kenaikan kontribusi sektor pertanian terhadap PDB menjadi hal yang perlu diperhatikan lebih serius diluar pola business as usual yang selama ini telah diterapkan karena telah terbukti ketangguhannya dalam menghadapi pandemi. Sektor ini memiliki potensi yang sangat besar agar dapat menyerap TPT, dan memberikan kontribusi yang maksimal terhadap perekonomian nasional. Namun, pertumbuhan positif sektor pertanian berbanding terbalik dengan nasib petani dimana dampaknya kurang atau bahkan tidak dirasakan sama sekali oleh petani. Revitalisasi tata niaga pertanian merupakan pilihan yang harus dilakukan pada saat ini. Hal ini dikarenakan besarnya sumbangan sektor pertanian terhadap pembangunan nasional, bukan saja sumbangan terhadap GDP dan devisa, tetapi yang lebih penting adalah dalam hal penyerapan tenaga kerja, ketahanan pangan serta yang terpenting adalah sebagai cara untuk meningkatkan kesejahteraan petani. 

Pemerintah yang tengah gencar mengintensifkan upaya ketahanan pangan melalui pembangunan food estate nampaknya masih menggunakan paradigma masa lalu dimana pembangunan pertanian hanya bertumpu pada subsistem produksi (on farm) untuk menggenjot produksi yang dianggap akan secara otomatis meningkatkan pendapatan petani. Di sisi lain, Pemerintah belum juga memperhatikan sub-sistem pendukung sektor pertanian yang meliputi jaminan ketersediaan pupuk murah, bibit unggul, inovasi telnologi, kepastian pasar dan penyederhanaan jalur distribusi. Bahkan pemasaran produk hasil pertanian selama ini masih selalu menjadi kendala bagi para petani dalam menjual produk mereka. Salah satu permasalahan utama sektor pertanian adalah pemasaran produk pertanian yang menyebabkan sektor pertanian kurang berkembang sehingga memungkinkan sulitnya mewujudkan pertanian berkelanjutan. Sementara, data ekspor pertanian yang mengalami peningkatan dibandingkan periode Januari-Agustus 2019 sebesar US$ 2.211,8 juta menjadi US$ 2.401,7 juta pada Januari-Agustus 2020. Namun dilain sisi, nilai impor hasil pertanian periode Januari-Agustus 2020 berupa sayuran juga mengalami peningkatan dibandingkan periode Januari-Agustus 2019 yakni US$ 131,3 juta. Tentu hal ini menjadi suatu permasalahan mengingat bahwa terjadi fenomena di pasar domestik yaitu petani membuang hasil pertanian sayurnya karena tidak memiliki akses pasar dimana hasil panen petani untuk dijual harus dibatalkan dan terpaksa dibuang sehingga petani mengalami kerugian. Tentunya kebijakan impor sayuran sangat disayangkan mengingat stok sayur dalam negeri seperti tidak memiliki pasar.

Sudah saatnya perhatian lebih diberikan kepada sektor pertanian sebagai sektor utama penyedia kebutuhan pokok dan penyedia lapangan kerja terbesar di Indonesia, perhatian secara khusus diberikan kepada aspek revitalisasi tata niaga pertanian hortikultura yang mutlak harus dilakukan secara holistik dan komprehensif khususnya pada aspek pemasaran hasil produksi. Perbaikan pemasaran pada dasarnya adalah upaya perbakian posisi tawar produsen terhadap pedagang, pedagang terhadap konsumen, dan sebaliknya melalui perbaikan daya saing komoditas pertanian sehingga semua pihak memperoleh keuntungan yang adil sesuai kepentingannya masing-masing. Perbaikan pemasaran juga berarti persaingan memperebutkan keuntungan dalam perdagangan baik pada pasar domestik maupun Internasional secara adil. Oleh karena itu, keberhasilan dalam perbaikan aspek pemasaran sebagai ujung tombak revitaslisasi sektor pertanian akan memberikan multiplier effect terhadap pembangunan pertanian dan menjadi pemicu bagi peningkatan produksi, produktifitas dan kualitas produk pertanian, pembukaan lapangan kerja baru dan menjadi kunci utama upaya peningkatan kesejahteraan petani. Dibutuhkan sebuah strategi pemasaran yang tepat untuk memperpendek sistem atau mata rantai perdagangan, sehingga lost of benefit atau keuntungan yang hilang akibat panjangnya tata niaga perdagangan bisa dihindari.

Menurut Limbong dan Soitorus (1987, dalam Wulandari, 2008) pada dasarnya tata niaga memiliki pengertian yang sama dengan pemasaran. Para ahli telah mendefinisikan pemasaran atau tata niaga sebagai sesuatu yang berbeda- beda sesuai sudut pandang mereka. Pemasaran atau tata niaga dapat didefinisikan sebagai suatu proses manajerial dimana individu atau kelompok di dalamnya mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Tata niaga dapat juga diartikan sebagai suatu tempat atau wahana dimana ada kekuatan supply dan demand yang bekerja, ada proses pembentukan harga dan terjadinya proses pengalihan kepemilikan barang maupun jasa (Dahl dan Hammond, 1987), sedangkan menurut Kohls dan Uhl (1990, dalam Kertawati, 2008) tata niaga adalah semua kegiatan bisnis yang terlibat dalam arus barang dan jasa dari titik produksi hingga barang dan jasa tersebut ada di tangan konsumen. 

Berdasarkan pemikiran di atas, maka perlu disusun langkah-langkah kongkrit dan sistematis tentang rencana revitalisasi tata niaga sektor pertanian khususnya pertanian hortikultura melalui perbaikan pemasaran hasil pertanian baik untuk pasar domestik maupun pasar internasional. Diperlukan perumusan langkah-langkah perbaikan tata niaga sektor pertanian dari kondisi objektif dan tantangan nyata yang dihadapi pada saat ini serta peluang yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pemangku kepentingan yang terlibat, menjadi agenda bersama dan dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pihak.

TUJUAN

  1. Sebagai sebuah media bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian untuk bersinergi untuk perumusan revitalisasi tata niaga pertanian hortikultura;
  2. Memberikan konsep perbaikan revitalisasi tata niaga pertanian hortikultura menuju kemandirian dan kedaulatan pangan yang berkeadilan.

 

LINGKUP KERJA

Berikut ini tugas yang akan diemban oleh konsultan terpilih:

  1. Mempersiapkan kerangka acuan penelitian berdasarkan pada kerangka acuan yang telah disusun Transformasi;
  2. Mengidentifikasi para pemangku kepentingan yang akan dilibatkan dalam penelitian yang setidaknya mencakup elemen pemangku kepentingan sebagai berikut:

No

Organisasi/Lembaga/Instansi

1

Kementerian Pertanian

2

Kementerian Perdagangan

3

Kementerian Perhubungan

4

BUMN – Garuda Indonesia

5

Akademisi

6

Asosiasi Eksportir

7

Perusahaan Eksportir

8

HKTI

9

Perwakilan Petani

10

Asosiasi Importir

12

Petani Eksportir

13

Balitbang Pertanian

14

BPPT

15

Lain-lain

 

  1. Memfasilitasi setidaknya dua kali virtual meeting sebagai media penggalian informasi, triangulasi informasi dan ekspose draft hasil penelitian
  2. Mengembangkan laporan hasil penelitian terstruktur sesuai dengan hasil temuan berupa Policy Paper, Policy Bief dan artikel

 

KELUARAN

  1. 1 Policy Paper dan rekomendasi kebijakan perbaikan tata niaga pertanian hortikultura yang setidaknya mencakup aspek:
  • Penyediaan bibit unggul;
  • Penyediaan pupuk murah;
  • Inovasi teknologi
  • Stabilitas nilai tukar di tingkat petani;
  • Revitalisasi Bulog;
  • Kemudahan dan Penyederhanaan tata niaga / jalur distribusi  baik untuk pasar domestik maupun ekspor.
  1. 1 Policy Brief kebijakan perbaikan tata niaga pertanian hortikultura;
  2. 1 Artikel kebijakan perbaikan tata niaga pertanian hortikultura.

 

KUALIFIKASI DAN PENGALAMAN

  1. Penelitian ini akan dilakukan secara virtual/remote;
  2. Pendidikan minimal S2 dengan latar belakang jurusan yang relevan dan setidaknya memiliki pengalaman 10 tahun dalam melakukan penelitian, khususnya di bidang pertanian di Indonesia;
  3. Memiliki pengetahuan mendalam tentang tata niaga maupun sistem pertanian hortikultura di Indonesia;
  4. Memiliki pengalaman dalam melakukan penelitian serupa/penulisan jurnal/artikel maupun publikasi ilmiah lainnya;
  5. Memiliki jejaring yang luas terhadap para pemangku kepentingan yang relevan baik di tingkat Kementerian/lembaga, perguruan tinggi/akademisi, media/wartawan ,aupun para praktisi yang relevan sesuai dengan tema penelitian;
  6. Bersedia untuk memenuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan.

 

UNTUK MENDAFTAR POSISI INI, BERIKUT MATERI YANG PERLU DIPERSIAPKAN:

  1. Proposal / Kerangka acuan penelitian;
  2. CV Terbaru;
  3. Hasil penelitian yang pernah dipublikasikan;

 

Materi dan/atau pertanyaan silahkan dikirim ke hr@transformasi.org, paling lambat tanggal 11 Oktober 2020.

JANGKA WAKTU KERJA

45 hari

We are offering competitive benefit.

Please submit your recent CV to: hr@transformasi.org