Publikasi

Pembina Transformasi, Basyir Ahmad, membahas pentingnya menyebarkan inovasi daerah ke publik (Foto: Transf).
Pembina Transformasi, Basyir Ahmad, membahas pentingnya menyebarkan inovasi daerah ke publik (Foto: Transf).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pusat Transformasi Kebijakan Publik (Transformasi), menggelar acara ramah tamah antar Pembina, Jumat, (15/2), di kantornya di bilangan Cipaku, Blok M. Dalam kegiatan yang berlangsung hangat tersebut, salah seorang Pembina, yakni H. Muhammad Basyir Ahmad Syawie, berdiskusi santai dengan Direktur Eksekutif Transformasi, Nazla Mariza.

Basyir Ahmad, yang juga merupakan Wali Kota Pekalongan selama periode 2005 – 2015, menceritakan inovasi yang dilakukan Kota Pekalongan di bidang kesehatan pada masa kepemimpinannya. Pada tahun 2013 lalu, Kota Pekalongan mengelompokkan 14 Puskesmas menjadi satu di bawah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga yang tadinya keempat belas puskesmas ini masing-masing memiliki kepala dan staf sendiri, sekarang hanya memiliki satu kepala dan menggunakan staf BLUD.

“Dengan berada di bawah 1 BLUD, manajemen Puskesmas menjadi lebih efisien. Pelayanan pun menjadi lebih baik. Dan, pada akhirnya, kepuasan masyarakat pengguna layanan kesehatan meningkat jauh. Inilah dasar kami melakukan terobosan ini, agar masyarakat semakin terlayani kesehatannya dengan baik,” ujar Basyir penuh semangat.


Peran Transformasi Menyebarkan Inovasi kepada Publik


Selama diskusi, Basyir juga menyampaikan apresiasinya kepada Transformasi karena telah menyebarluaskan inovasi Kota Pekalongan ini kepada publik dengan menulis buku berjudul “Studi Kasus Puskesmas Kota Pekalongan: Reformasi Manajemen Perawatan Kesehatan Primer”. Karena buku ini, banyak pemerintah kota lain datang ke Pekalongan untuk belajar, dan bisa mereplikasinya di daerah mereka masing-masing.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Transformasi. Memang peran untuk menyebarkan Best Practices suatu daerah ke daerah lain dan publik ini penting dilakukan agar kita semua bisa lebih meningkatkan pelayanan publik,” ungkap Basyir seraya menunjukkan buku Studi Kasus yang dimaksud.

 

 

Wicaksono Prayogie
Knowledge Management Specialist – Transformasi
20 Februari 2019