Lapangan Pekerjaan

JAKARTA, KOMPAS — Badan Koordinasi Penanaman Modal memfokuskan penanganan investasi di lima sektor padat karya untuk mendukung program penciptaan dua juta lapangan kerja per tahun. Penanganan investasi baru, baik asing maupun domestik, dilakukan seiring dengan pemeliharaan iklim investasi terhadap investor yang sudah lebih dulu menanamkan modal di Indonesia.

”Sektor makanan dan minuman, furnitur, alas kaki, tekstil, dan mainan anak,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani dalam pertemuan antara BKPM dan Forum Investor Sektor Padat Karya, Selasa (10/2), di Jakarta.

Hadir dalam pertemuan itu para perwakilan gabungan industri sektor padat karya nasional. Franky didampingi sejumlah unsur pimpinan BKPM antara lain Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan H Djojokusumo.

Franky menyatakan, industri sektor padat karya potensial mendorong pembukaan lebih banyak lapangan kerja. Realisasi investasi dan penggarapan rencana perlu dilakukan cepat agar tidak semakin ketinggalan momentum.

Franky mengungkapkan, dirinya secara intensif bertemu dengan beberapa kementerian, terutama Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Tenaga Kerja, untuk merealisasikan rencana besar itu.

”Kami dorong sesuai porsi kami. Kami kaji penerbitan tax allowance dan tax holiday. Kami lihat pula kemungkinan usulan pemberlakuan upah minimum regional lima tahun,” kata Franky.

Dukung pemerintah

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Eddy Widjanarko menyatakan siap mendukung langkah pemerintah menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Eddy mengungkapkan, ekspor industri sepatu tumbuh sekitar 6,05 persen senilai 4 miliar dollar AS pada 2014. Tahun lalu sedikitnya 68 perusahaan baru berinvestasi di sektor itu.

Namun, kata Eddy, di tengah potensi pertumbuhan besar itu masih terdapat beberapa halangan. Salah satunya adalah 99 persen dari 600 pabrik sepatu ada di luar kawasan industri.

”Kami ibaratnya jadi sapi perahan, mulai dari perpanjangan domisili hingga izin gangguan di daerah,” kata Eddy.(BEN)

Sumber: kompas.com