Lapangan Pekerjaan

TAKALAR- Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin, mengatakan kawasan industri terpadu segera dibangun di daerahnya. Pelaksanaan pembangunannya melibatkan empat investor yang berasal dari Prancis, Jerman, Inggris, dan Italia.

Menurut Burhanuddin, pembangunan kawasan industri terpadu itu membutuhkan biaya lebih dari Rp 200 triliun. Lokasinya terletak di Kecamatan Mangara Bombang. "Lokasinya tidak jauh dari lautan dan tidak berpenghuni, sehingga tidak sulit melakukan pembebasan lahan," katanya saat ditemui di rumah jabatan Bupati Takalar, kemarin.

Burhanuddin menjelaskan, dalam kawasan industri terpadu seluas 4.000 hektare itu akan dibangun berbagai fasilitas pendukung, termasuk kawasan perkantoran, perumahan, juga smelter (industri pengolahan dan pemurnian hasil produksi pertambangan). Bahkan disana juga akan dibangun perguruan tinggi.

Dia berharap pembangunan kawasan industri terpadu itu bisa segera diwujudkan. Apalagi master plan-nya sudah disiapkan. Dengan demikian, perkembangan Kabupaten Takalar menjadi lebih cepat.

Menurut Direktur PT Takalar Mas Land, Louis M. Pakaila, dalam kawasan industri terpadu itu akan dibangun berbagai jenis industri berskala besar. Di antaranya minyak sawit, cokelat, dan kopi. Hal itu didukung oleh potensi sektor pertanian dan perkebunan di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, dengan hasil yang melimpah.

PT Takalar Mas Land merupakan partner kerja para investor dari berbagai negara dalam mengerjakan kawasan industri terpadu di Takalar.

Menurut Louis, investor dari Italia akan memindahkan salah satu galangan terbesar ke kawasan industri terpadu di Takalar, yakni galangan kapal Victoria. Sedangkan sejumlah negara lain, seperti Taiwan dan beberapa negara Eropa, akan merelokasi sejumlah industrinya ke Takalar karena kawasan industri di negaranya sudah sempit dengan harga yang mahal.

Louis menjelaskan, kawasan industri terpadu di Takalar juga akan dilengkapi dengan kawasan perumahan bagi para pekerja, termasuk hotel dan jenis hunian lainnya. "Juga akan ada tempat rekreasi dan sekolah untuk menunjang kawasan industri itu semakin terintegrasi," ujarnya.

Louis menuturkan, setelah dilakukan persiapan awal, termasuk perampungan master plan, PT Takalar Mas akan segera membangun pembangkit listrik tenaga solar dengan kapasitas 1.000 x 2 megawatt. Listrik itu dibutuhkan untuk mendukung awal pelaksanaan pembangunan.

Ketua Kadin Indonesia Sulawesi Selatan, Zulkarnain Arief, menyambut baik rencana pembangunan kawasan industri terpadu di Takalar. Kawasan industri terpadu sangat penting untuk mengolah berbagai potensi Sulawesi Selatan, khususnya Takalar, seperti pertanian dan perkebunan. "Dengan adanya kawasan industri terpadu, perkembangan ekonomi Takalar bisa lebih maksimal," ucapnya.

Zulkarnaen menambahkan, keberadaan kawasan industri terpadu di Takalar perlu didukung berbagai infrastruktur, termasuk jalan. Itu sebabnya, dia meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mempercepat perbaikan jalan dan melengkapi moda transportasi di jalur Makassar-Takalar.IIN NURFAHRAENI DEWI PUTRI

Sumber: tempo.co