Perikanan dan Kelautan

greeners.co.id
greeners.co.id
Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menegaskan Indonesia telah menyelesaikan seluruh Pekerjaan Rumah (PR), termasuk soal pengendalian kebakaran hutan dan lahan sebagai kontribusi dalam mencegah perubahan iklim global.
Menurut Sofyan, instruksi Presiden Joko Widodo sangat jelas untuk menekan dan membuka seluruh kasus kebakaran hutan dan lahan.

"Kebakaran hutan dan lahan menaikkan emisi gas rumah kaca, maka Indonesia serius menyelesaikan persoalan ini," kata Sofyan usai membuka Paviliun Indonesia pada Pertemuan Negara Pihak UNFCCC yang ke-22 (COP 22) di Marakesh, Maroko, Senin (7/11) , waktu Maroko.

Konferensi Dunia tentang Perubahan Iklim ini resmi dibuka hari Senin 7 November 2016 di Marakesh, Maroko atau menjelang tengah malam waktu Indonesia. Rencananya, konferensi ini akan diselenggarakan dari tanggal 7-18 November 2016 dan berfokus kepada isu-isu implementasi Paris Agreement.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengingatkan pentingnya kerjasama antarnegara untuk merealisasikan Paris Agreement. Ia menekankan bahwa Paris Agreement memiliki visi untuk meningkatkan kerja sama antara angsa Indonesia dengan banyak bangsa lain di dunia secara timbal balik yang lebih efektif dan efisien. Hal itu untuk melaksanakan aksi pencegahan, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan dukungan pendanaan,penggunaan inovasi teknologi, peningkatan kapasitas yang didukung dengan mekanime transparansi serta tata kelola yang berkelanjutan.

“Salah satu penyumbang emisi berasal dari sektor kehutanan dan lingkungan. Untuk itu kami berusaha meningkatkan tata kelola hutan, mencegah kebakaran hutan, memberantas penebangan liar (illegal logging), mengembangkan energi terbarukan, pengelolaan sampah. Kami terus bekerja bersama dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah serta melaporkan secara terus menerus progres penurunan emisi kepada Presiden dan Wakil Presiden”, papar Siti.


beritasatu.com