Perikanan dan Kelautan

idntimes.com
idntimes.com
Dalam pertemuan C40 Mayors Summit atau Pertemuan Puncak Wali Kota C40 yang digelar pada 30 November hingga 2 Desember lalu di Mexico City, Meksiko ada sebelas kota di dunia yang dianugerahi penghargaan C40 Cities Awards.

Penghargaan ini diberikan kepada wali kota dan kota tempatnya memimpin atas kerja keras untuk membuat serta mengimplementasikan program inovatif dengan tujuan mengurangi emisi gas rumah kaca. Implementasi ini juga berefek pada peningkatan ketangguhan kota. Di antara sebelas kota itu terdapat lima kota yang menjalankan program paling inovatif.

Kelima kota tersebut adalah Addis Ababa (Ethiopia), Curitiba (Brasil), Kolkata (India), Portland (Amerika Serikat) dan Shenzhen (Tiongkok).

Pemerintah Kota Addis Ababa membuat proyek LRT (light rail transit) yang merupakan proyek pertama regional di sub-Sahara Afrika. LRT ini dibangun dalam waktu tiga tahun dan telah berhasil membuka lebih dari 6.000 lapangan kerja. Tak hanya itu, proyek LRT ini bisa mengurangi 1,8 juta ton emisi gas karbondioksida pada tahun 2030. Pencapaian lainnya adalah proyek ini diharapkan bisa menjadi mesin bagi mobilitas ekonomi.

Kota ini memiliki inisiatif untuk menjadi kota progresif dengan mengimplementasikan program pertanian urban yang kreatif dan menjangkau sebanyak mungkin anggota masyarakat. Program ini bisa mengurangi emisi karbondioksida.

Warga kota didukung untuk bercocok tanam di tempat-tempat terbuka untuk meremajakan tanah, memangkas jumlah sampah makanan, memitigasi efek "pulau panas" yang membuat suhu hangat di berbagai area urban.

Sampah padat termasuk masalah paling mendasar dan bisa dijumpai di banyak kota urban, bahkan seluruh dunia. Sampah berdampak pada kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, Pemerintah Kolkata membangun pusat pengelolaan sampah modern dengan teknologi tinggi.

Program tersebut dapat membantu menghentikan praktik-praktik tak sehat dalam hal manajemen sampah (penumpukan sampah di TPS terbuka dalam waktu lama). Manajemen buruk tersebut bisa menghasilkan gas methane -- dapat mengakibatkan sesak nafas. Program ini menguntungkan lebih dari satu juta penduduk kota dengan memproduksi lebih dari 25 ton pupuk kompos per hari dengan profit sekitar 10 juta rupiah.

Kota ini punya rekam jejak yang agresif untuk urusan kebijakan lingkungan. Tahun 2015, Pemerintah Kota Oregon meresmikan Langkah Aksi Perubahan Iklim untuk memangkas emisi gas rumah kaca dengan mengurangi penggunaan energi di gedung-gedung yang ada.

Selain itu, pemerintah juga semakin ambisius dalam pengadaan berbagai bentuk transportasi alternatif. Jumlah warga kota yang menggunakan transportasi publik, bersepeda, atau berjalan kaki diprediksi mencapai 50 persen pada tahun 2020.

Shenzhen merupakan salah satu kota yang paling cepat berkembang di dunia. Kota ini menunjukkan bahwa penurunan emisi karbondioksida dan peningkatan pertumbuhan ekonomi tak harus berlawanan.

Sistem Perdagangan Emisi yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Shenzhen telah mampu memangkas level polusi tanpa mengorbankan pertumbuhan Produk Domestik Bruto. Skema ini melibatkan 636 pelaku bisnis dan telah mengurangi emisi karbondioksida sebanyak 5,31 juta ton dan di saat yang sama meningkatkan PDB sebanyak 56 persen.

Selain itu, pertemuan C40 ini juga menetapkan anggota kepemimpinan yang disebut dengan Konvensi Global Wali Kota untuk Perubahan Iklim dan Energi yang di dalamnya ada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Semoga dengan keberadaan Tri Rismaharini, ada kota di Indonesia yang bisa menyusul kota-kota tersebut.

idntimes.com