Perikanan dan Kelautan

krjogja.com
krjogja.com
PEMBANGUNAN kota menjadi kota yang cerdas atau lebih dikenal sebagai smart city dianggap mampu menjawab persoalan perkotaan yang tumbuh dengan pesat. Yogyakarta, yang saat ini tumbuh sangat pesat, mengalami berbagai persoalan perkotaan yang menonjol.

Penelitian yang dilakukan oleh Centre for Digital Society, Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa persoalan yang menonjol yang dihadapi Kota Yogyakarta adalah persoalan lalulintas, ketersediaan pemukiman dan urbanisasi.Dengan populasi yang lebih dari 400 ribu, dan luas wilayah hanya 32,5 km2 maka persoalan kepadatan penduduk dan ketersediaan pemukiman menjadi masalah yang perlu diperhatikan.

Namun, predikat Kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan memberikan manfaat dimana jumlah penduduk yang terpelajar tergolong tinggi, serta aktivitas akademik yang sering dilakukan di KotaYogyakarta akan membawa dampak yang menguntungkan.

Konsep kota cerdas, atau lebih dikenal sebagai smart city, bertujuan untuk menciptakan sebuah kota yang mampu memenuhi kualitas hidup masyarakatnya dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.Untuk itu, perlu sebuah pemikiran yang matang untuk menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam mengatasi ke tiga persoalan Kota Yogyakarta yang menonjol.

Saat ini, kualitas kelancaran lalulintas dianggap sudah cukup memprihatinkan, dengan melihat situasi kemacetan yang terjadi dibanyak tempat.Persoalan lalulintas dirasakan oleh masyarakat sebagai masalah yang memprihatinkan, khususnya kemacetan disaat saat jam sibuk.

Boleh dikatakan bahawa pada ruas ruas jalan tertentu, sperti Jln Katamso, Jln Kusumanegara, dan beberapa jalan diseputar Kota baru akan mengalami kemacetan yang cukup parah dipagi hari dan sore hari menjelang jam pulang kerja. Inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota melalui Automatic Traffic Control System dirasa belum menjawab persoalan kemacetan lalulintas.

Sebaiknya, Pemerintah Kota, mulai menyediakan data pergerakan lalulintas yang dapat diakses secara real time oleh masyarakat, jalan jalan mana yang dianggap macet, alternatif rute serta estimasi waktu menuju tujuan perlu disediakan secara daring. Data data itu akan membantu masyarakat untuk merencanakan perjalanan, serta kendaraan apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan tepat waktu.

Selain itu, pembenahan layanan TransJogja perlu segera dilakukan. Selain penambahan serta peningkatan kualitas armada, ketersediaan data rute, serta estimasi perjalanan secara akurat perlu disediakan secara daring.

Persoalan kedua yang dianggap mempengaruhi kualitas hidup masyarakat adalah persoalan pemukiman. Masalah ini terkait erat dengan persoalan lalulintas. Pemerintah Kota Yogyakarta perlu untuk menyediakan data peta lokasi pemukiman, dan sarana transportasi yang tersedia secara daring. Informasi ini akan membantu masyarakat dalam memutuskan lokasi tempat tinggal serta sarana prasarana yang dperlukan. Kota cerdas memang sebuah tujuan yang strategis dalam pengembangan perkotaan.

Dalam penerapan kota cerdas, tidak hanya kesiapan infrastruktur dan ketersediaan anggaran saja yangdiperlukan, namun inovasi dalam menyelesaikan masalah perkotaan dengan sarana teknologi perlu menjadi pertimbangan yang matang. Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan, dan banyaknya anak muda yang menguasai teknologi informasi dan komuniakasi, kiranya mampu mendukung terwujudnya Kota Yogyakarta sebagai kota cerdas. (Penulis: Dr. St. Wisnu Wijaya, Dosen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

krjogja.com