Perikanan dan Kelautan

kontan.co.id
kontan.co.id
Ekonom Bank Dunia mengusulkan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kejayaan sektor manufaktur Indonesia. Pasalnya, rasio ekspor terhadap produk domestik bruto semakin turun walaupun pertumbuhan ekonomi mulai naik.

Menurut Ekonom Bank Dunia, Ndiame Diop, di Jakarta, Kamis (18/8), untuk mengembalikan kejayaan sektor manufaktur, Indonesia harus berusaha menekan inflasi dan menghilangkan regulasi yang menyebabkan biaya logistik tinggi. Pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia menurun dari rata-rata 11 persen per tahun pada periode 1990-1996 menjadi hanya 4,8 persen per tahun pada periode 2001 hingga 2014. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti besarnya biaya logistik, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, dan sulitnya perizinan.

"Manufaktur global saat ini memerlukan logistik yang efisien. Vietnam, misalnya, sudah bisa menekan biaya logistik, tetapi Indonesia belum karena terkendala infrastruktur," kata Diop.

Diop menambahkan, kinerja manufaktur yang rendah terlihat pada kinerja ekspor. Dari data terlihat bahwa Indonesia lebih mengandalkan ekspor komoditas, seperti batubara, minyak sawit mentah, karet, dan minyak mentah. Komposisi komoditas mulai melampaui manufaktur sejak 2006.

Ekonom Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat, mencermati, walaupun pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2016 melampaui ekspektasi, rasio ekspor terhadap produk domestik bruto tetap rendah. Untuk itu, revitalisasi manufaktur sangat diperlukan supaya rasio meningkat lagi. "Indonesia tidak dapat lagi bergantung pada ekspor barang mentah saja seperti selama ini, tetapi harus bergerak untuk mengekspor produk-produk jadi yang mendukung industri," kata Budi.

Lapangan kerja

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, keberhasilan paket kebijakan ekonomi bisa diukur dari penciptaan lapangan kerja. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diyakini akan memperlancar realisasi paket kebijakan ekonomi.

Demikian antara lain mengemuka dalam acara internalisasi paket kebijakan ekonomi yang dihadiri kalangan dunia usaha yang digelar di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menuturkan, sosialisasi paket deregulasi akan diintensifkan langsung kepada penerima manfaat, yakni dunia usaha.

Pemerintah sepakat dengan Kadin Indonesia untuk menyusun tematik yang bukan per paket kebijakan, melainkan terkait langsung ke industri. Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, paket kebijakan ekonomi akan lebih efektif dan optimal apabila tersosialisasi lebih masif dan dimengerti.

"Dalam hal ini, kolaborasi dengan pemerintah menjadi penting," katanya. (JOE/CAS)

Kompas