Perikanan dan Kelautan

surabaya-memo-x.com
surabaya-memo-x.com
Daya tahan ekonomi sepuluh provinsi di Sulawesi, Maluku, dan Papua yang berbasis sumber daya alam dinilai rentan dan rapuh. Keterbatasan infrastruktur transportasi dan akses teknologi berkontribusi terhadap fluktuasi ekonomi di Indonesia timur yang sewaktu-waktu bisa terpuruk.

Demikian diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia Hendar dalam forum konsultasi produk domestik regional bruto kawasan Sulawesi, Maluku dan, Papua (Sulampua), di Manado, Sulawesi Utara, Selasa (23/8). Hendar menyebutkan, ekonomi di Indonesia timur yang mengandalkan sumber daya alam akan mudah terguncang saat pasar dunia lesu.

Sektor pertambangan, pertanian, dan perkebunan memiliki kontribusi 33 persen dari pendapatan domestik regional bruto. Ketergantungan pada sumber daya alam berpotensi besar mengakibatkan fluktuasi ekonomi akibat pengaruh pasar dunia.

Melemahnya pertumbuhan ekonomi Eropa dan Amerika Serikat sangat memengaruhi gerak ekonomi di Sulampua yang mengandalkan ekspor perkebunan dan tambang ke Eropa dan Amerika Serikat.

"Kontribusi ekonomi Sulampua yang relatif kecil, yakni 8 persen, terhadap ekonomi Indonesia menunjukkan fondasi ekonomi kawasan timur Indonesia tidak kuat," kata Hendar.

Pembangunan

Pertumbuhan ekonomi di Sulampua juga tidak merata. Wilayah Papua memiliki pertumbuhan ekonomi terkecil ketimbang wilayah Sulawesi lainnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Roy Roring mengatakan, forum konsultasi produk domestik regional bruto Sulampua efektif membahas pembangunan ekonomi tiap-tiap wilayah. Peserta forum juga sepakat mendesak pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) di sejumlah wilayah Sulampua. Di kawasan Sulampua terdapat sejumlah KEK, antara lain KEK Bitung, Palu, dan Morotai yang pembangunannya tersendat.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengatakan, sinergi antarprovinsi sangat penting untuk membangun ekonomi bersama. "Kami telah merintis kerja sama pariwisata dengan daerah yang memiliki destinasi pariwisata nasional, seperti Wakatobi, Raja Ampat, dan Morotai," ujar Olly.

Menurut dia, peningkatan kunjungan turis Tiongkok ke Manado dalam sebulan belakangan perlu didistribusikan ke wilayah pariwisata unggulan di Sulawesi dan Maluku. "Setelah turis ke Bunaken, mereka bisa meneruskan perjalanan ke Raja Ampat, Wakatobi, atau Morotai. Paket wisata bahari dijual bersama," katanya.

Konektivitas penerbangan antarkota dan daerah di wilayah Sulampua harus dimanfaatkan demi kemajuan bersama. Untuk ekspor komoditas, Pelabuhan Bitung juga bisa dimanfaatkan bersama.

Hendar sependapat bahwa pengembangan pariwisata secara terintegrasi memberi nilai tambah wilayah Indonesia timur. Kawasan ini dikenal memiliki obyek wisata bahari yang menarik.

Untuk mewujudkan ekonomi berkelanjutan, kawasan ini perlu membuat hilirisasi industri produk unggulan sektor pertambangan, pembangunan kawasan aglomerasi industri, dan pengembangan kawasan ekonomi khusus serta pengembangan ekonomi maritim.

Potensi di bidang maritim, pariwisata, pertanian, kehutanan, dan pertambangan harus dioptimalkan walaupun harus menghadapi tantangan akses teknologi, permodalan, dan pemasaran. (ZAL)

Kompas