Perikanan dan Kelautan

koranjakarta.com
koranjakarta.com
JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen mengembalikan kebangkitan industri nasional atau reindustrialisasi tahun depan. Namun, harapan itu membutuhkan komitmen kuat dari stakeholders mulai hulu sampai hilir, pembuat kebijakan, hingga para pelaku industri.

“Saat ini, saya diamanahkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kembali kontribusi sektor industri terhadap perekonomian Indonesia,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato dalam acara pada Focus Group Discussion betajuk Industri Pilihan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) dalam Kerangka Strategi Industrialisasi Indonesia 2045 di Bogor, Jawa Barat, akhir pekan lalu

Menperin mengatakan berbagai upaya dan kebijakan pemerintah meliputi, penciptaan iklim usaha kondusif, deregulasi, penerbitan paket kebijakan ekonomi, pembangunan infrastruktur dan penurunan harga gas industri, menjadi dasar kuat menuju terwujudnya reindustrialisasi.

Diyakininya, apabila semua langkah tersebut berjalan sesuai target, pertumbuhan industri tahun depan bisa mencapai 5,4 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi. Sebagai catatan, tahun ini, pertumbuhan industri diproyeksikan sekitar 4,8-5,2 persen.

Investasi Didorong

Sesuai arahan Presiden, terang Menperin, peningkatan investasi industri mesti dipacu untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja.

Target petumbuhan ekonomi pada 2017 diproyeksikan sekitar 5,2 persen dan sebesar 7 persen pad tahun berikutnya. Sementara itu, nilai investasi pada 2017 ditargetkan sebesar 600 triliun rupiah dan kemudian meningkat lagi menjadi 800 triliun rupiah pada 2018.

Di dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035 yang memuat visi dan misi serta strategi pembangunan industri, pemerintah memiliki beberapa sasaran kuantitatif pembangunan industri secara gradual hingga 2035.

Sasaran tersebut meliputi pertumbuhan sektor industri nonmigas sebesar 10,5 persen, kontribusi industri non migas terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 30 persen, serta kontribusi ekspor produk industri terhadap total ekspor sebesar 78,4 persen atau meningkat dari posisi 2015 sebesar 70 persen. ers/E-10

koran-jakarta.com