Perikanan dan Kelautan

detik.com
detik.com
Pemerintah menargetkan pembangunan 14 kawasan industri baru hingga 2019 yang tersebar di luar Pulau Jawa. Pembangunan 14 kawasan industri ini ditargetkan bisa membuka lapangan kerja baru bagi 1.024.339 tenaga kerja.

Pembangunan kawasan industri ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia, terdapat 7 di kawasan barat dan 7 di kawasan Indonesia timur. Diharapkan dengan terbangunnya 14 kawasan industri nanti dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di masing-masing daerah.

"Kawasan Industri sebagai lokasi pemusatan kegiatan industri yang efisien, produktif dan inovatif yang ditunjang oleh ketersediaan infrastruktur yang memadai dari mulai energi, transportasi darat, laut, udara, air baku, komunikasi, dalam rangka mendukung aktivitas industri baik aktivitas produksi, transportasi bahan baku, dan logistik," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Perwilayahan Industri Kemenperin, Imam Haryono, kepada detikfinance, Senin (26/12/2016).

Secara total, penyerapan tenaga kerja dari 14 kawasan industri baru itu mencapai 1.024.339 orang. Keempat belas kawasan industri tersebut memiliki fokus pengembangan industri yang berbeda-beda. Misalnya kawasan industri Sei Mangke yang difokuskan untuk industri CPO dan karet.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri, Ignatius Warsito, mengatakan Sei Mangke misalnya, ditargetkan dapat menyerap 83.300 orang. Di mana saat ini, investor pertama di Sei Mangke, PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) telah memiliki sekitar 2.000 karyawan.

"Diprediksikan kawasan ini akan menyerap sebanyak 83.300 orang tenaga kerja baru," ujar pria yang akrab disapa Warsito itu.

Selain itu kawasan industri Kuala Tanjung difokuskan untuk pengembangan industri alumina dengan target penyerapan tenaga kerja mencapai 113.239 orang. Kawasan tersebut dibangun seluas 1.000 hektar di Sumatera Utara.

Sementara kawasan industri Mandor di Landak, Kalbar difokuskan pengembangan untuk industri feronikel. Dari kawasan yang berjumlah 306 hektar tersebut diprediksi akan menyerap tenaga kerja sebesar 33.600 tenaga kerja.

Sedangkan kawasan industri Palu akan difokuskan untuk rotan yang diperkirakan akan menyerap 165.000 tenaga kerja. Di samping itu, kawasan industri Bitung yang difokuskan untuk pengembangan industri agro dan logistik. Kawasan tersebut diprediksi akan menyerap tenaga kerja hingga 90.000 tenaga kerja.

Selanjutnya, kawasan industri Teluk Bintuni akan difokuskan untuk pengembangan petrokimia dengan prediksi penyerapan tenaga kerja mencapai 51.500 orang. Sementara Kawasan industri Tanggamus untuk fokus pada pengembangan perkapalan yang diprediksi terserap 104.800 tenaga kerja.

Kawasan industri Ketapang difokuskan untuk industri alumina yang diprediksi akan menyerap 10.000 tenaga kerja. Sedangkan kawasan industri Jorong difokuskan untuk pengembangan feronikel yang diprediksi menyerap 91.500 tenaga kerja.

Beberapa kawasan industri lainnya juga difokuskan untuk pengembangan industri feronikel. Di antaranya adalah kawasan industri Batulicin, Bantaeng, Konawe, dan Morowali. Kawasan industri Batulicin diprediksi dapat menyerap 10.000 tenaga kerja, sedangkan Bantaeng diprediksi membutuhkan 163.200 tenaga kerja.

Sedangkan untuk kawasan industri Konawe diperkirakan akan membutuhkan tenaga kerja sebanyak 18.200. Serta kawasan industri Morowali yang diprediksi akan membutuhkan tenaga bekerja sebanyak 80.000 tenaga kerja. (dna/hns)

detik.com