JAKARTA - Pemerintah akan menyelesaikan pembangunan 240 pelabuhan nonkomersial sepanjang tahun ini. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Bobby Mamahit, dana untuk seluruh proyek tersebut mencapai Rp 8,4 triliun. "Tinggal menunggu disahkan Dewan Perwakilan Rakyat," kata dia kepada Tempo, Rabu lalu.

Menurut Bobby, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015, Kementerian Perhubungan hanya menganggarkan dana Rp 4,4 triliun untuk percepatan pembangunan 163 pelabuhan. Namun ada tambahan dana dari realokasi subsidi bahan bakar yang masuk Rancangan APBN Perubahan 2015 senilai Rp 20 triliun.

Dari total tambahan dana tersebut, kata Bobby, Rp 4 triliun digunakan untuk mempercepat pembangunan 77 pelabuhan lain. Dengan demikian, ada anggaran Rp 10-70 miliar untuk setiap pelabuhan. Saat ini, kata Bobby, percepatan pembangunan 163 pelabuhan sedang berjalan dan akan memasuki masa tender. Adapun untuk pembangunan 77 pelabuhan tambahan, masih menunggu pengesahan APBN-P 2015. "Ini penyelesaian proyek lama, tidak ada pembangunan baru," ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menggelar pertemuan dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasuaki Tanizaki, untuk membicarakan pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Karawang pada Rabu lalu. Deddy mengatakan investor Jepang diizinkan membangun pelabuhan itu asalkan memperhatikan tata ruang wilayah Karawang dan jalur pipa gas Pertamina.

Selain menggarap pelabuhan, Deddy meminta investor membangun kawasan industri agar lalu lintas barang di sarana itu bisa meringankan beban Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pemerintah Jawa Barat akan membiayai dua pelabuhan ikan, yakni di Pamanukan, Subang, serta di Bojonglawe, Pa-ngandaran. 

Ihwal kekhawatiran masyarakat tentang imbas pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan berjanji akan mengurangi dampaknya ke lahan pertanian produktif. "Itu bisa diminimalkan," kata Jonan di kantornya, kemarin.

Menurut Jonan, pembangunan Pelabuhan Cilamaya ini dimaksudkan agar Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, yang kini dikelola Pelindo II, punya pesaing. "Kalau enggak ada pesaing, mana bisa turun biaya logistiknya?" ujar dia. KHAIRUL ANAM | AHMAD FIKRI (BANDUNG)

Sumber: tempo.co