BOGOR, KOMPAS — Pemerintah berharap pencanangan pembangunan Tol Ciawi-Sukabumi memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang dihubungkan. Akses yang semakin mudah diharapkan turut menekan ongkos logistik.

”Target pertumbuhan ekonomi pemerintah berkisar 5,6-5,8 persen, salah satu caranya melalui investasi di bidang infrastruktur. Pembangunan jalan tol membangkitkan optimisme karena akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam pencanangan pembangunan Tol Ciawi-Sukabumi, Senin (9/2), di Kabupaten Bogor.

Karena dampaknya berlipat bagi perekonomian, Basuki menyatakan, pembangunan infrastruktur Tol Trans-Jawa akan terus didorong. Caranya, pemerintah akan membebaskan tanah yang akan digunakan untuk jalan tol. Namun, pemerintah akan memberikan batas waktu bagi investor agar segera mulai pengerjaan. Jika tidak segera dikerjakan dalam waktu dua bulan, investor lain akan menggantikannya.

Saat ini, lanjut Basuki, Tol Trans-Jawa yang akan segera dikerjakan adalah ruas Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono. Adapun untuk ruas Pemalang-Batang dan Batang-Semarang, pihaknya masih akan memanggil investor.

”Pembebasan tanah hanya salah satu tantangan. Kendala investor biasanya pendanaan meski mereka memenuhi syarat administrasi. Karena itu, kami mau menantang investor,” kata Basuki.

Tol Ciawi-Sukabumi yang dicanangkan pembangunannya adalah seksi pertama, yakni ruas Ciawi-Cigombong sepanjang 15,35 kilometer. Secara keseluruhan terdapat empat ruas sepanjang 54 kilometer. Jalan tol ini akan menghubungkan Kota Bogor dan Kota Sukabumi serta melintasi Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. PT Trans Jabar menginvestasikan Rp 3 triliun untuk seksi pertama. Direncanakan, seksi pertama akan selesai pada akhir 2016.

Basuki mengatakan, pihaknya akan membentuk tim pengawas yang akan melihat dan mengawasi kualitas jalan tol. ”Saya akan pantau,” ujarnya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, pencanangan Tol Ciawi-Sukabumi telah dilakukan tiga kali sejak
1997. Namun, pembangunannya tidak terlaksana karena terkendala pembebasan lahan. Dia berharap, pembangunan kali ini akan berjalan terus hingga seluruh ruas selesai dikerjakan. Dengan demikian, kemacetan terurai dan ekonomi semakin berkembang.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pembangunan jalan akan berdampak terhadap perekonomian. Secara khusus, Tol Ciawi-Sukabumi akan mengembangkan kawasan industri berbasis agro, industri berbasis baja, dan industri makanan dan minuman yang akan semakin berkembang.

”Banyak industri otomotif yang suku cadangnya didatangkan dari industri di wilayah Sukabumi. Industri makanan dan minuman juga banyak. Selama ini hambatannya adalah ongkos logistik untuk pengiriman ke Jakarta mahal,” kata Saleh.

Saleh berharap, dengan jalan tol itu, ongkos logistik dapat ditekan. Selain itu, akses yang lebih mudah dapat merangsang perekonomian masyarakat. Pencanangan tersebut juga dihadiri CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo. MNC Group memiliki saham mayoritas di PT Trans Jabar. (NAD)

Sumber: kompas.com